Akurat Logo

ISPA di Kalimantan Tembus 165 Ribu Kasus, WALHI Soroti Pembagian Masker Pemerintah yang Tak Sesuai Standar

Ayu Rachmaningtyas | 16 September 2026, 07:30 WIB
ISPA di Kalimantan Tembus 165 Ribu Kasus, WALHI Soroti Pembagian Masker Pemerintah yang Tak Sesuai Standar
Karhutla di Kalimantan picu lonjakan kasus ISPA.

AKURAT.CO Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan turut memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Di tengah kondisi tersebut, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai penanganan dampak kesehatan bagi masyarakat masih belum optimal.

Perwakilan WALHI Kalimantan Barat, Sri, menyoroti pembagian masker yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat terdampak asap karhutla.

Menurutnya, masker yang diberikan belum memenuhi standar perlindungan yang dibutuhkan dalam kondisi kualitas udara yang buruk.

"Pembagian masker yang dilakukan pemerintah tidak memenuhi standar, misal dengan konsentrasi udara yang berbahaya dan sangat berbahaya itu di atas 300 kemudian kita membagikan masker yang memang tidak standar seperti N95," kata Sri, Selasa (15/9/2026).

Sri menilai penggunaan masker yang tidak sesuai dengan kondisi paparan asap justru membuat perlindungan terhadap masyarakat menjadi tidak maksimal.

Menurutnya, masyarakat memang terlihat menggunakan masker, tetapi belum tentu mendapatkan perlindungan yang memadai dari partikulat berbahaya akibat karhutla.

“Tidak berpengaruh, jadi orang hanya sekadar bermasker tapi secara perlindungan tidak tepat," ujarnya.

Persoalan tersebut dinilai semakin serius karena kasus ISPA terus ditemukan di sejumlah provinsi di Kalimantan.

Di Kalimantan Barat, misalnya, WALHI mencatat terdapat 165.727 kasus ISPA sepanjang Januari hingga 22 Agustus 2026.

Sri mengatakan tingginya angka tersebut menunjukkan paparan asap karhutla telah berdampak luas terhadap masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak, balita, hingga lansia juga disebut ikut terdampak.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan, jumlah kasus ISPA yang dilaporkan WALHI mencapai lebih dari 3.900 kasus. Sri menilai penanganan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap masih belum maksimal.

"Pemerintah bahkan tidak menanggung biaya rumah sakit terhadap masyarakat yang terdampak ISPA di Kalimantan Selatan," katanya.

Baca Juga: RUU Reforma Agraria Jadi Terobosan Mengatasi Ketimpangan Penguasaan Lahan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.