Buktikan Saka Tatal Tak Bersalah, Sumpah Pocong Dilaksanakan Usai Shalat Jumat

AKURAT.CO Eks terpidana kasus Vina Cirebon, Saka Tatal, akan melakukan sumpah pocong untuk membuktikan dirinya tak bersalah di Padepokan Amparan Jati Cirebon pada hari ini, Jumat (9/8/2024) setelah salat Jumat.
Sejumlah persiapan pun dilakukan seperti menyiapkan tali pocong, kain kafan, kembang-kembangan, wewangian yang berkaitan dengan jenazah, serta lafal sumpah.
"Lafal sumpah, mungkin ada mandi bersih, mandi sumpah (pocong)," kata kuasa hukum Saka Tatal, Farhat Abbas, saat dihubungi Akurat.co.
Dia menjelaskan, bahwa pihaknya melakukan sumpah pocong karena tantangan dari pihak Iptu Rudiana, Saka Tatal disebutnya hanya memenuhi permintaan Rudiana.
"(Cara lain), semua sudah (dilakukan), cuma kan Iptu Rudiana yang menantang awalnya untuk sumpah pocong, kita hanya memenuhi. Dan ternyata orang yang bohong itu banyak berani mengatakan sumpah pocong, akhirnya Saka Tatal membuktikan dia berani kok melaksanakan walaupun dia sudah bebas," ungkapnya.
Terlepas hal itu, dia mengaku belum pernah menyaksikan sumpah pocong. Oleh karenanya, sumpah pocong kali ini merupakan yang pertama baginya.
"Saya belum pernah lihat sumpah pocong juga, baru menyaksikan hari ini, baru pertama kali menyaksikan sumpah pocong," tukas dia.
Diketahui, Saka Tatal yang sudah bebas dalam kasus Vina Cirebon, sempat menyatakan berani untuk melakukan sumpah pocong demi membuktikan dia tak bersalah.
Sementara itu, Iptu Rudiana juga mengungkapkan dirinya berani melakukan sumpah pocong dan menyatakan tujuh turunannya akan mati jika dia berbohong.
Iptu Rudiana juga bersumpah jika anaknya, Eky, telah meninggal dunia setelah kasus dugaan rudapaksa dan pembunuhan Vina dan Eky 2016 silam. Hal ini diutarakannya untuk membantah isu yang menyebutkan bahwa anaknya masih hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 6Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








