7 Tips Islami untuk Anda yang Ingin Menikah tapi Belum Cukup Harta

AKURAT.CO Keinginan untuk menikah sering kali berhadapan dengan satu persoalan yang membuat banyak orang ragu: belum memiliki harta yang cukup. Ada yang sudah memiliki pasangan, tetapi masih menunda pernikahan karena penghasilan belum besar, belum punya rumah, atau merasa belum mampu memenuhi standar kehidupan yang dianggap ideal.
Dalam Islam, persoalan harta memang tidak boleh diabaikan dalam pernikahan. Namun, kemampuan menikah tidak selalu berarti harus memiliki kekayaan atau kehidupan serba lengkap terlebih dahulu. Islam mengajarkan tanggung jawab, kesungguhan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar sesuai kondisi masing-masing.
Allah SWT berfirman dalam QS An-Nur ayat 32:
وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
Ayat tersebut sering dipahami sebagai dorongan agar persoalan kemiskinan tidak menjadi satu-satunya alasan untuk menutup pintu pernikahan. Namun, ayat ini juga tidak berarti seseorang boleh mengabaikan tanggung jawab ekonomi setelah menikah.
Baca Juga: Logo Hari Santri 2026, Ini Link Download dan Filosofinya
Lantas, apa yang dapat dilakukan seseorang yang ingin menikah tetapi kondisi ekonominya belum mapan?
Bedakan antara belum kaya dan belum mampu
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membedakan antara “belum kaya” dengan “belum mampu”. Pernikahan tidak mensyaratkan seseorang harus mempunyai rumah mewah, kendaraan baru, tabungan besar, atau penghasilan yang tinggi.
Yang lebih penting adalah kemampuan memenuhi kebutuhan pokok dan kesediaan menjalankan tanggung jawab sesuai kemampuan.
Karena itu, jangan menjadikan gaya hidup orang lain sebagai ukuran kemampuan diri sendiri. Pernikahan setiap orang memiliki kondisi ekonomi dan kebutuhan yang berbeda.
Hitung kemampuan secara realistis
Keinginan menikah tetap perlu disertai perhitungan. Calon pasangan dapat duduk bersama membicarakan penghasilan, kebutuhan sehari-hari, tempat tinggal, biaya pernikahan, dan rencana kehidupan setelah menikah.
Jangan hanya menghitung biaya pesta. Justru kebutuhan setelah akad perlu menjadi perhatian utama, seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, transportasi, pendidikan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Rasulullah SAW juga memberikan perhatian pada kemampuan ketika menganjurkan pernikahan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ
“Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah mampu, hendaklah ia menikah.”
Kemampuan dalam hadis tersebut tidak semata-mata dapat dipersempit menjadi kekayaan, tetapi berkaitan dengan kesiapan dan kemampuan menjalankan konsekuensi pernikahan.
Sederhanakan pesta, jangan membebani diri
Salah satu hal yang membuat pernikahan terasa mahal adalah standar pesta yang semakin tinggi. Padahal, akad dan walimah dapat dilaksanakan sesuai kemampuan.
Jika kondisi ekonomi belum memungkinkan mengadakan pesta besar, tidak perlu memaksakan diri berutang dalam jumlah besar hanya demi memenuhi gengsi sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR



