Cara Menjaga Kebersihan dalam Islam agar Mendapatkan Pahala

AKURAT.CO Kebersihan kembali menjadi perhatian setelah sebuah truk pengangkut sampah viral karena air lindi atau cairan yang berasal dari sampah tercecer dan mengotori jalanan di Kota Bogor. Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bogor.
Air lindi bukan sekadar persoalan pemandangan yang tidak nyaman. Cairan yang keluar dari tumpukan sampah dapat menimbulkan bau dan mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Setiap orang memiliki peran dalam menjaga lingkungan, termasuk memastikan sampah dibuang dan dikelola dengan cara yang benar.
Dalam Islam, kebersihan memiliki kedudukan penting. Rasulullah SAW bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Bersuci itu sebagian dari iman.”
(HR Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya kebersihan dan kesucian dalam kehidupan seorang Muslim. Kebersihan tidak hanya berkaitan dengan tubuh dan pakaian, tetapi juga lingkungan tempat manusia hidup.
Lantas, bagaimana cara menjaga kebersihan dalam Islam agar menjadi amal yang bernilai pahala?
Tidak membuang sampah sembarangan
Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.
Islam melarang manusia melakukan kerusakan di bumi. Allah SWT berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki.”
Baca Juga: Cara Mengetahui Identitas Penelepon Tidak Dikenal di WhatsApp, Cek Informasinya Sebelum Angkat
(QS Al-A'raf: 56)
Membuang sampah sembarangan, terutama jika dilakukan terus-menerus hingga mengotori fasilitas umum, dapat merugikan orang lain dan lingkungan.
Menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan
Membersihkan jalan juga dapat menjadi amal sederhana yang bernilai ibadah.
Rasulullah SAW bersabda:
وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ
“Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan ruang publik bukan pekerjaan yang sia-sia. Sesuatu yang tampak sederhana, seperti memindahkan benda yang menghalangi jalan atau membersihkan sampah yang membahayakan pengguna jalan, dapat bernilai sedekah.
Karena itu, membersihkan lingkungan tidak harus menunggu menjadi petugas kebersihan. Setiap orang dapat mengambil bagian sesuai kemampuannya.
Menjaga kebersihan tempat ibadah
Masjid merupakan tempat yang sangat dimuliakan dalam Islam. Karena itu, kebersihannya perlu dijaga bersama.
Tidak meninggalkan sampah, menjaga kebersihan toilet dan tempat wudu, serta memastikan lingkungan masjid tetap nyaman merupakan bagian dari adab terhadap rumah Allah.
Kebiasaan tersebut juga dapat ditanamkan kepada anak sejak dini agar mereka memahami bahwa kebersihan merupakan bagian dari kehidupan seorang Muslim.
Mengelola sampah dengan bertanggung jawab
Menjaga kebersihan tidak berhenti pada membuang sampah ke tempat sampah. Sampah juga perlu dikelola dengan baik.
Masyarakat dapat membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta menyerahkan sampah kepada sistem pengelolaan yang tersedia.
Dalam konteks truk pengangkut sampah, kejadian air lindi yang tercecer juga menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah membutuhkan tanggung jawab dari hulu hingga hilir.
Sampah yang sudah dibuang tetap memiliki dampak terhadap lingkungan. Karena itu, pengelolaan yang aman merupakan bagian dari upaya menjaga kemaslahatan masyarakat.
Tidak menimbulkan mudarat bagi orang lain
Islam mengajarkan agar seseorang tidak melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya maupun orang lain.
Salah satu kaidah fikih yang sangat dikenal adalah:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”
Kaidah tersebut dapat menjadi prinsip dalam menjaga lingkungan. Sampah yang dibiarkan menumpuk, cairan sampah yang mengotori jalan, atau limbah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
Karena itu, menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari menjaga hak orang lain.
Mengajarkan kebersihan kepada anak
Kebiasaan menjaga kebersihan akan lebih mudah menjadi karakter apabila diajarkan sejak kecil.
Orang tua dapat membiasakan anak membuang sampah pada tempatnya, merapikan kamar, membersihkan setelah makan, menjaga kebersihan toilet, serta tidak meninggalkan sampah di tempat umum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta




