Akurat Logo

Isi Pidato Lengkap KH Hasan Abdullah Sahal di Depan Prabowo yang Viral

Lufaefi | 22 September 2026, 05:58 WIB
Isi Pidato Lengkap KH Hasan Abdullah Sahal di Depan Prabowo yang Viral
KH Hasan Abdullah - Gontor News

AKURAT.CO Pidato Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal dalam peringatan 100 tahun Gontor menjadi perhatian setelah sejumlah potongannya beredar di media sosial.

Pidato tersebut disampaikan saat Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam acara tersebut.

Di hadapan Presiden, ribuan santri, alumni, dan tamu undangan, KH Hasan tidak hanya berbicara tentang perjalanan Gontor selama satu abad. Ia juga menyampaikan pesan mengenai pendidikan, integritas, kesederhanaan, serta hubungan pesantren dengan kehidupan berbangsa.

"Kami tetap memilih pendidikan, Bapak Presiden," kata KH Hasan.

Menurutnya, Gontor tetap menempatkan pendidikan sebagai jalan utama dalam membina umat dan bangsa. Hal itu, kata dia, tidak berarti alumni Gontor tidak berkiprah di pemerintahan. Para alumni disebut telah tersebar di berbagai bidang, termasuk eksekutif, legislatif, yudikatif, dan lembaga lainnya.

Baca Juga: Profil Lengkap KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Gontor yang Pidatonya Viral di Depan Prabowo

KH Hasan juga menyinggung hubungannya dengan Prabowo. Ia mengatakan pertemuan dengan Presiden tersebut bukan yang pertama dan berharap hubungan keduanya tetap dilandasi sikap saling percaya.

"Maka saya insyaallah, selama Pak Presiden khusnudzon kepada saya dengan Gontor, insyaallah Gontor khusnudzon kepada Bapak Presiden," ujarnya.

Dalam pidatonya, KH Hasan kemudian mengajak hadirin melihat kembali perjalanan Gontor sejak berdiri pada 1926. Ia mengenang tiga pendiri Gontor, yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fanani, dan KH Imam Zarkasyi, yang mewakafkan Gontor untuk umat Islam.

Menurutnya, yang diwariskan para pendiri bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga nilai, sistem, gagasan, dan kecintaan terhadap pendidikan.

Ia menggambarkan perubahan Gontor selama satu abad sebagai perjalanan dari kondisi awal yang sederhana hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan dengan berbagai fasilitas.

Namun, KH Hasan mengingatkan bahwa pembangunan fisik bukan tujuan akhir. Menurutnya, kemajuan fasilitas harus tetap diarahkan pada pembangunan manusia melalui pendidikan.

"Kami tetap memilih pendidikan, Bapak Presiden," tegasnya.

Ia juga menyampaikan pesan agar generasi muda tidak sekadar mengingat sejarah, tetapi belajar dari sejarah untuk membangun masa depan.

"Bergurulah pada sejarah," kata KH Hasan.

Menurutnya, Gontor tidak ingin hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi ikut membangun sejarah melalui pendidikan dan pembentukan generasi.

Bagian lain yang kemudian viral adalah ketika KH Hasan menyinggung istilah "cari muka". Dengan gaya bercanda, ia mengatakan banyak orang mengejar sesuatu yang belum dimilikinya, mulai dari ijazah, nama, uang, hingga jabatan.

"Orang tidak punya jabatan mencari jabatan. Orang tidak punya muka cari muka," ujarnya.

Di balik humor tersebut, KH Hasan mengarahkan pembicaraan pada persoalan integritas dan kecenderungan menjadikan jabatan, materi, atau popularitas sebagai tujuan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi