Akurat Logo

Sedang Incar Saham BUVA, Ferry Sudjono Malah Borong Saham FORE Untuk Akumulasi Kepemilikan hingga 6 Persen

Yosi Winosa | 21 September 2026, 23:43 WIB
Sedang Incar Saham BUVA, Ferry Sudjono Malah Borong Saham FORE Untuk Akumulasi Kepemilikan hingga 6 Persen
Salah satu outlet FORE di Jakarta

AKURAT.CO Investor individu pasar modal, Ferry Sudjono, kembali menegaskan optimismenya terhadap prospek bisnis kopi kekinian PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ferry tercatat menambah porsi kepemilikan sahamnya hingga menggenapkan porsi hak suara menjadi tepat 6%.

Langkah siram modal ini dilakukan di tengah dinamika industri food and beverage (F&B) yang kian kompetitif di Indonesia.

Baca Juga: FORE Cetak Laba Rp56,5 Miliar di Semester I-2026, Kian Agresif Buka Gerai di Jabodetabek

Rincian Transaksi: Beli 2,21 Juta Lembar Saham

Berdasarkan Laporan Kepemilikan Saham yang disampaikan per 21 September 2026, transaksi pembelian saham tersebut telah dieksekusi pada 16 September 2026.

Berikut adalah rincian detail transaksi yang dilakukan oleh Ferry Sudjono:

  • Jumlah Saham Sebelum Transaksi: 532.980.400 unit (5,97%)

  • Jumlah Saham Dibeli: 2.215.500 unit

  • Harga Transaksi: Rp760 per lembar saham

  • Total Nilai Transaksi: Sekitar Rp1,68 Miliar

  • Jumlah Saham Setelah Transaksi: 535.195.900 unit (6,00%)

  • Status Kepemilikan: Langsung (Bukan Pengendali)

Tujuan Transaksi: Kejar Capital Gain

Dalam laporan resmi tersebut, Ferry Sudjono menegaskan bahwa status kepemilikannya adalah kepemilikan langsung dengan status non-pengendali. Adapun tujuan utama dari penambahan porsi saham ini adalah investasi jangka panjang untuk memperoleh potensi capital gain.

Aksi akumulasi saham oleh investor berdana besar (big money) di harga Rp760 per saham ini kerap dinilai para analis pasar modal sebagai sinyal positif.

Hal ini mengindikasikan bahwa harga saham FORE saat ini diperkirakan masih berada di area yang menarik (undervalued) dibanding potensi pertumbuhan fundamental perseroan di masa mendatang.

Ferry sendiri dikabarkan tengah menjadi salah saty standby buyer dari PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) yang berencana melakukan rights issue 6,15 miliar lembar saham senilai Rp1,53 triliun (harga nominal Rp50 per lembar saham).

Selain Ferry, nama lain seperti PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun dan Happy Hapsoro juga dikabarkan sedang mengintai saham emiten yang akan membangun infrastruktur proyek Uluwatu Estate, termasuk jalan, art gallery, natural park, fasilitas olahraga dan fasilitas terkait secara bertahap hingga kuartal IV-2028 tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.