Kemajuan Sistem Pendidikan pada Masa Umayyah Terlihat dari Aspek Apa Saja?

AKURAT.CO Dinasti Umayyah yang berkuasa sejak tahun 661 hingga 750 Masehi tidak hanya dikenal dengan ekspansi wilayahnya yang luas, tetapi juga dengan perhatiannya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Pada masa ini, pendidikan Islam mengalami kemajuan signifikan, ditandai dengan munculnya berbagai lembaga dan metode pembelajaran yang berpengaruh besar pada generasi berikutnya.
Kemajuan sistem pendidikan pada masa Umayyah terlihat dari beberapa aspek penting. Pertama, aspek kelembagaan pendidikan.
Pada periode ini, selain masjid yang menjadi pusat utama pembelajaran agama, mulai lahir lembaga-lembaga khusus seperti kuttab atau maktab yang mengajarkan anak-anak membaca, menulis, serta menghafal Al-Qur’an.
Keberadaan kuttab menjadi tonggak penting dalam membangun tradisi literasi di dunia Islam.
Kedua, aspek kurikulum. Pendidikan tidak lagi terbatas pada Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga meluas pada ilmu bahasa, tata bahasa Arab (nahwu dan sharaf), sejarah, filsafat, kedokteran, astronomi, serta matematika. Hal ini menunjukkan adanya dorongan untuk menguasai ilmu agama sekaligus ilmu umum yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Pemerintahan Dinasti Abbasiyyah Dikenal dengan Sistem Kepemimpinan yang Seperti Apa?
Ketiga, aspek tenaga pengajar. Banyak ulama dan cendekiawan muncul pada masa ini, baik dari kalangan muslim asli maupun dari ilmuwan non-Arab yang masuk Islam. Mereka berperan besar dalam memperkaya khazanah keilmuan, menerjemahkan karya-karya dari Persia, India, dan Yunani, lalu mengajarkannya kepada generasi muda.
Keempat, aspek dukungan politik dan budaya. Pemerintah Umayyah memberi perhatian serius terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dengan mendukung kegiatan intelektual. Masyarakat juga mulai menaruh minat besar terhadap ilmu, sehingga muncul budaya diskusi dan majelis ilmu di berbagai kota penting seperti Damaskus, Kufah, dan Basrah.
Kelima, aspek bahasa dan sastra. Masa Umayyah juga menjadi era keemasan perkembangan bahasa Arab, terutama dalam bidang sastra dan syair. Hal ini bukan hanya memperkuat identitas budaya Arab-Islam, tetapi juga memperkaya metode pendidikan, karena syair digunakan sebagai media penyampaian ilmu.
Baca Juga: 50 Nama Anak Laki-Laki dalam Islam yang Kekinian
Dari berbagai aspek tersebut, dapat dilihat bahwa sistem pendidikan pada masa Umayyah bukan hanya berfokus pada ilmu agama, melainkan juga berkembang menuju ilmu pengetahuan rasional. Kemajuan inilah yang kemudian menjadi fondasi bagi kebangkitan intelektual Islam di masa Abbasiyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






