Cara Memilih Pemimpin Sesuai dengan Tuntunan Ulama, Wajib Jadi Pertimbangan Sebelum 14 Februari 2024

AKURAT.CO Pemilu (Pemilihan Umum) 2024 akan berlangsung secara serempak pada tanggal 14 februari. Saat itu, seluruh masyarakat Indonesia harus memilih presiden dan pemimpin daerah.
Dalam agama Islam terdapat ajaran untuk memilih calon pemimpin yang ideal. Maka dari itu kita tidak boleh sembarangan dalam memilih presiden karena ia yang akan memimpin negara dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.
Banyak aspek yang harus diperhatikan saat kita hendak memilih presiden, karena seorang pemimpin harus bisa mengayomi, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.
Lalu bagaimana cara memilih pemimpin yang sesuai dengan tuntunan ulama? Salah satu ulama pencetus konsep politik Islam Klasik, Imam Mawardi berpendapat ada beberapa syarat utama untuk memilih pemimpin atau presiden yaitu:
1. Bersifat adil
Salah satu faktor penting dalam mencapai keberhasilan suatu negara adalah pemimpin yang adil. Karena dengan memiliki sifat adil, terdapat potensi untuk menciptakan masyarakat yang stabil, sejahtera, dan harmonis. Ada baiknya kita memilih presiden yang tidak zalim kepada rakyatnya.
2. Mengantongi pengetahuan yang luas
Jika kita memilih presiden yang memiliki pengetahuan yang luas, maka diharapkan ia dapat membuat peraturan yang bisa mensejahterakan rakyat secara keseluruhan tanpa mementingkan golongan tertentu. Dengan pengetahuan yang luas, seorang pemimpin juga diharapkan dapat merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat dalam menangani persoalan negara yang muncul.
3. Sehat tanpa adanya keterbatasan fisik
Salah satu syarat dalam memilih pemimpin yaitu sehat tanpa memiliki keterbatasan fisik. Karena untuk menjadi presiden, tanggung jawab yang dipegang sangat besar. Jika suatu negara dipimpin oleh presiden dengan keterbatasan fisik, dikhawatirkan bisa terganggu saat menjalankan tugasnya.
4. Memiliki visi yang jelas dan baik
Sebelum memilih presiden, ada baiknya kita memperhatikan visi yang dimilikinya. Karena visi yang dipaparkan merupakan gambaran secara garis besar untuk di masa mendatang saat ia menjabat. Jika seorang presiden memiliki visi yang jelas dan baik maka dianggap bisa menciptakan kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan mampu mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat.
5. Berani dan mampu menjaga rakyat
Kita harus memilih pemimpin yang berani dan mampu menjaga rakyat dalam menghadapi berbagai masalah yang akan muncul. Tidak hanya masalah eksternal, melainkan juga masalah internal seperti kerusuhan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Karena pemimpin yang kuat akan memberikan stabilitas dan keamanan dalam negara.
Itulah pandangan ulama dalam memilih pemimpin, maka dari itu kita tidak boleh sembarangan dan harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum kita memilih presiden. Karena ia yang akan memimpin negara ini di 5 tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







