Viral Habib Quraiys Shihab Diduga Hina TGB, Kader NWDI Kecam Pernyataannya: Tidak Pantas sebagai Seorang Habib

AKURAT.CO Viral video di sosial media seorang Habib diduga telah menghina Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.
Dugaan penghinaan TGB tersebut dilontarkan Habib Quraiys Shihab saat mengisi acara pengajian bertema “Karang Bedil Bersholawat” dalam rangka menyambut Bulan Rajab di Kota Mataram belum lama ini.
Kader Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Hasan Asy'ari, mengecam ucapan yang dilontarkan habib muda itu. Hasan menilai apa yang dilontarkan Habib Qurays merupakan bentuk caci maki yang patut disesalkan.
"Saya sangat menyesalkan dengan apa yang disampaikan oleh habib muda yang bernama Habib Quraiys Shihab. Di majelis zikir, majelis shalawat, diisi dengan caci maki dan yang dicaci maki TGB, cucu pahlawan nasional, lulusan terbaik Universitas Al-Azhar Kairo Mesir," kata pimpinan Ma'had Sengon Cinere, Jumat (11/1/2024).
Dirinya juga menyebut apa yang disampaikan oleh Habib Quraisy telah menyakiti para muridnya dan menyakiti para kader-kader dari Sabang sampai Merauke.
Pria yang biasa disapa dengan panggilan Ustaz Hasan itu juga menyoal pernyataan Habib Quraisy karena tidak sejalan dengan apa yang diajarkan dalam agama Islam.
"Bukan hanya soal TGB, tapi soal apa yang disampaikan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Majelis shalawat harusnya diisi dengan shalawat dan kedamaian," kata Hasan.
"Yang keluar dari mulutnya seperti bukan dari seorang habib, tapi dari orang yang iri hati, orang yang dengki," sambungnya.
Pernyataan Lengkap Habib Quraiys Shihab yang Diduga Hina TGB
“Di Lombok ini kadang-kadang kita lihat seperti itu yang bisa diatur oleh pejabat. Bahkan sebagiannya ikut-ikutan nyalon, ikut-ikutan cari suara. Bahkan kemarin viral video ada salah satu katanya ulama tapi yang meresmikan majelis zikirnya orang kafir. Ada enggak orang kayak begitu? Namanya siapa? TGB,” kata Habib Quraiys Shihab.
Ia kemudian juga menyebut TGB yang ikut-ikutan berpolitik praktis dengan para pejabat.
“TGB ini menisbatkan dirinya sebagai ulama. Hati-hati Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda para ulama ini adalah pembawa ulama dari para nabi semasih mereka tidak bercampur dengan para pejabat. Kalau para ulama sudah mulai jilat para pejabat, maka dia telah mengkhianati Rasul, dia telah mengkhianati Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam,” katanya.
Menyebut TGB, Habib Quraisy juga mempertanyakan orang yang mengaku ulama tapi menyuruh orang kafir, membenarkan orang salah, bahkan mempertanyakan orang demikian sebagai penjilat.
“Kalau ada yang ngaku ulama menyuruh orang kafir untuk meresmikan, ini salah atau benar? Kalau ada orang membenarkan orang salah itu penjilat bukan? Berarti TGB itu penjilat bukan? Penjilat! Jangan dipilih, lengserkan dan longsorkan orang seperti itu,” katanya.
“Bib ini TGB. Orang nomor satu di NTB. Presiden aja kita lawan apalagi TGB. Getok kepalanya dikit. Jangan takut, mau malam ini dijemput silahkan jemput saya. Jadi seperti itu, artinya kita hendak memuliakan para ulama,” katanya lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta






