Cedera Olahraga Meningkat di Usia Produktif, Layanan Ortopedi Terintegrasi Jadi Kunci Penanganan

AKURAT.CO Tren gaya hidup aktif di Indonesia mendorong peningkatan cedera olahraga dan gangguan muskuloskeletal, terutama pada usia produktif. Cedera ligamen mencapai 41,1 persen, mayoritas terjadi di kaki dan lutut serta dialami kelompok usia muda.
Kondisi ini menjadi perhatian karena banyak cedera tidak ditangani sejak awal. Akibatnya, risiko berkembang menjadi cedera kronis yang berdampak pada mobilitas dan kualitas hidup semakin besar.
Dalam lima tahun terakhir, Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC) di Primaya Hospital Bekasi Timur telah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis. Kasusnya meliputi cedera olahraga, gangguan tulang belakang, bedah mikro tangan, hingga trauma kompleks dan ortopedi umum.
Layanan ini juga digunakan sejumlah organisasi olahraga seperti Bogor LavAni, PBSI Jakarta Selatan, PBVSI dan KONI Kota Bekasi. Penanganannya tidak hanya saat cedera, tetapi juga mencakup dukungan medis dalam berbagai kompetisi.
"PSCOC mengadopsi inovasi teknologi terkini, salah satunya Cyberdine HAL, teknologi exoskeleton robotic yang mendukung rehabilitasi dan membantu mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien," ujar dr. Meizar Rizaldi selaku Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, layanan ini juga mengembangkan Orthobiological Center. Pusat ini menghadirkan terapi berbasis PRP, secretome dan stem cell secara terintegrasi dari diagnosis hingga rehabilitasi.
Pendekatan penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan tindakan operatif dan non-operatif. Fasilitasnya mencakup fisioterapi konvensional dan robotik, serta BMD, X-Ray Long Length, R-Force Treadmill, terapi gelombang kejut dan laser intensitas tinggi.
"Banyak pasien, termasuk atlet, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akibat cedera, kini dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi," jelas dr. Evan selaku Ketua Staf Medical Fungsional (SMF) Ortopedi serta Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menyebut pengembangan layanan ortopedi menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Ke depan, layanan akan diperluas melalui penambahan subspesialisasi dan adopsi teknologi medis.
Peningkatan cedera di usia produktif menegaskan pentingnya penanganan dini dan rehabilitasi terintegrasi. Tanpa penanganan tepat, cedera ringan berisiko berkembang menjadi masalah jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK




