Indonesia Mencatat Kemajuan Transformasi Sistem Jaminan Sosial

AKURAT.CO Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 2014 menjadi langkah besar dalam menyediakan layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, program yang dikelola BPJS Kesehatan ini menunjukkan kemajuan signifikan.
Salah satu tonggak penting terjadi pada 2016, ketika Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) terintegrasi ke dalam JKN. Hal ini menyatukan berbagai skema daerah menjadi sistem nasional, memastikan manfaat yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Inovasi digital mulai diperkenalkan pada 2018, seperti pendaftaran online dan aplikasi mobile yang mempermudah akses masyarakat. Selain itu, metode pembayaran diperluas melalui dompet digital dan jaringan ritel, membantu pekerja informal dan masyarakat pedesaan menikmati layanan ini.
Periode 2020-2023 menjadi momentum penting dalam perluasan cakupan JKN, hingga mencapai 98,42 persen dari populasi pada September 2024.
Transformasi ini juga didukung oleh proyek Social Protection Programme (SPP) yang dijalankan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), lembaga pembangunan asal Jerman.
Proyek ini membantu pengembangan inovasi seperti Perlindungan Sosial Adaptif, inklusi keuangan untuk kelompok rentan, akses pasar tenaga kerja bagi penyandang disabilitas dan reformasi aktuaria jaminan sosial.
Hans-Ludwig Bruns, Country Director GIZ Indonesia & ASEAN, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini.
"Kolaborasi ini tidak hanya mencerminkan komitmen bersama untuk masa depan yang tangguh dan berkeadilan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang diharapkan mampu menginspirasi banyak negara berkembang dan menjadi tolok ukur global untuk inklusivitas," ujarnya, saat Festival Jaminan Sosial di Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024).
Sebagai penutup proyek SPP, Festival Jaminan Sosial digelar untuk merayakan perjalanan transformasi ini.
Acara ini mencakup diskusi panel terkait jaminan sosial bidang kesehatan dan jaminan sosial bidang ketenagakerjaan, sesi edukasi, booth layanan interaktif BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta berbagai hiburan menarik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








