Tips Simpan Cabai Supaya Tidak Cepat Busuk, Awet Hingga Sebulan!
Eko Krisyanto | 23 Oktober 2025, 11:02 WIB

AKURAT.CO Cabai adalah bumbu dapur yang tak pernah absen dari masakan Indonesia.
Tetapi masalah klasik yang sering dihadapi banyak orang adalah cabai yang cepat busuk meski baru beberapa hari dibeli.
Jika disimpan dengan cara yang tepat, cabai bisa bertahan hingga sebulan tanpa kehilangan rasa pedas dan kesegarannya. Lalu, bagaimana cara menyimpan cabai agar tetap awet dan tidak mudah rusak?
Dilansir dari Beautynesia.id, Kunci utama menyimpan cabai agar tahan lama adalah menjaga kelembapan dan suhu penyimpanannya.
Cabai yang terlalu lembap akan cepat membusuk karena tumbuhnya jamur dan bakteri.
Sebelum disimpan, cabai sebaiknya dicuci bersih, dikeringkan dengan tisu, lalu diletakkan dalam wadah tertutup yang kering.
Penyimpanan di kulkas juga disarankan karena suhu dingin dapat memperlambat proses pembusukan.
Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa cara penyimpanan yang salah dapat memperpendek umur simpan cabai.
Kelembapan udara, suhu ruangan, dan kondisi wadah menjadi faktor penting yang menentukan kesegaran cabai. Setelah mengetahui hal ini, penting untuk memahami langkah-langkah sederhana agar cabai tetap segar hingga sebulan penuh.
5 Tips Menyimpan Cabai Supaya Tidak Cepat Busuk, Awet Hingga Sebulan
1. Jangan Langsung Dicuci Setelah Dibeli
Mencuci cabai sebelum disimpan justru mempercepat proses pembusukan karena air yang tersisa membuat cabai lembap. Sebaiknya, cuci cabai hanya saat akan digunakan agar teksturnya tetap segar dan tidak mudah lembek.
2. Keringkan Cabai dengan Tisu atau Kain Bersih
Jika cabai terlanjur basah, keringkan menggunakan tisu dapur atau kain bersih hingga benar-benar kering. Langkah ini mencegah pertumbuhan jamur yang bisa mempercepat busuknya cabai. Proses pengeringan juga membantu menjaga warna cabai tetap cerah.
3. Gunakan Wadah Kedap Udara atau Plastik Ziplock
Simpan cabai dalam wadah kedap udara atau plastik ziplock agar tidak terpapar udara luar.
Kelembapan bisa dikontrol dengan baik sehingga cabai tidak cepat keriput atau busuk.
Wadah tertutup juga mencegah cabai terkontaminasi bau bahan makanan lain di kulkas.
4. Bungkus dengan Tisu Kering Sebelum Dimasukkan ke Wadah
Tisu kering berfungsi menyerap sisa air yang mungkin masih menempel pada cabai.
Letakkan satu atau dua lembar tisu di dalam wadah penyimpanan lalu tutup rapat.
Tisu akan membantu menjaga kondisi cabai tetap kering dan segar lebih lama.
5. Simpan di Rak Tengah Kulkas, Bukan di Freezer
Suhu di rak tengah kulkas lebih stabil dibandingkan freezer yang terlalu dingin dan bisa merusak tekstur cabai.
Dengan suhu yang tepat, cabai bisa bertahan hingga empat minggu tanpa kehilangan rasa pedas dan kualitasnya.
Menjaga cabai agar tetap segar ternyata tidak sulit jika dilakukan dengan cara yang benar. Mulai dari memperhatikan kelembapan, suhu, hingga wadah penyimpanan, semua berperan penting untuk mencegah cabai cepat busuk.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







