Balas Serangan Gereja di Karak, Angkatan Udara Yordania Lancarkan Serangan ke Suriah

AKURAT.CO Angkatan Udara Yordania melancarkan beberapa serangan terhadap kelompok bersenjata di Suriah. Ini dilakukan sebagai tanggapan atas serangan terhadap sebuah gereja pada hari Jumat di Karak, yang menewaskan sembilan orang.
Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Udara Yordania menyebutkan bahwa operasi tersebut mengakibatkan tewas dan terlukanya banyak anggota kelompok teroris ini, serta hancurnya sejumlah kendaraan mereka.
Namun, sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian, pihak Yordania tidak menyebutkan kelompok mana yang disasar ataupun lokasi persis serangan tersebut.
Serangan ini juga memicu keterangan yang saling bertentangan antara Amman dan Damaskus. Militer Yordania menyatakan telah mengoordinasikan operasi tersebut dengan pihak berwenang di Suriah.
Akan tetapi, pemerintah Suriah menyatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai serangan pada hari Senin tersebut dan telah meluncurkan penyelidikan terkait peristiwa itu.
Media pemerintah Suriah juga melaporkan adanya korban dari kalangan sipil. Setidaknya lima warga sipil—termasuk perempuan, anak-anak, dan seorang pria berusia 65 tahun—tewas dalam serangan di provinsi Daraa, Suriah bagian selatan.
Pasca-serangan tersebut, Suriah menghentikan pergerakan di kedua arah di perlintasan perbatasan Nassib, yang sekaligus menutup akses utama bagi lalu lintas penumpang dan perdagangan dengan Yordania. Nassib merupakan satu-satunya perlintasan perbatasan antara kedua negara yang digunakan baik untuk perjalanan orang maupun kegiatan perdagangan.
Raja Yordania, Abdullah II, menyerukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai "penyimpang ajaran Islam" dan siapa pun yang berupaya mengancam persatuan nasional, seraya memerintahkan aparat untuk bertindak dengan "tangan besi".
Suriah menangguhkan pergerakan di kedua arah di perlintasan perbatasan Nassib setelah serangan tersebut, yang sekaligus menutup pintu gerbang utama bagi lalu lintas penumpang dan perdagangan dengan Yordania. Nassib merupakan satu-satunya perlintasan perbatasan antara kedua negara yang digunakan baik untuk pelintas maupun perdagangan.
Raja Yordania Abdullah II menyerukan respons tegas terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai pelanggar ajaran Islam dan siapa pun yang berupaya mengancam persatuan nasional, seraya memerintahkan pihak berwenang untuk bertindak dengan "tangan besi".
Tiga Tersangka Ditangkap
Otoritas Yordania telah menangkap tiga pria terkait penembakan pada hari Jumat di sebuah gereja Ortodoks Yunani di desa Hmoud, di kegubernuran Karak bagian selatan, sekitar 90 km di sebelah selatan Amman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







