Malaysia Melarang Pegawai Pemerintah Pakai Waze
AKURAT.CO Pemerintah Malaysia melarang pegawai sektor publik menggunakan aplikasi navigasi Waze karena kekhawatiran terhadap keamanan data dan kaitannya dengan Israel. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan kebijakan tersebut setelah pemerintah meninjau potensi ancaman keamanan siber yang berkaitan dengan aplikasi navigasi itu.
Larangan penggunaan Waze bagi aparatur sipil negara (ASN) Malaysia bertujuan melindungi informasi pemerintah dan data pribadi pengguna dari potensi penyalahgunaan. Kantor Perdana Menteri Malaysia menyampaikan alasan tersebut dalam pernyataan resmi pada Rabu.
Keputusan Malaysia melarang Waze bagi pegawai pemerintah diambil setelah rapat Komite Keamanan Siber Nasional yang dipimpin Anwar. Pemerintah Malaysia juga merekomendasikan aplikasi peta lokal, TuJu, sebagai alternatif bagi pegawai negeri.
Larangan Waze Berlaku untuk Seluruh Pegawai Negeri
Dalam instruksi yang diterbitkan pada Rabu, Sekretaris Utama Pemerintah Malaysia Shamsul Azri Abu Bakar memberitahukan seluruh pimpinan lembaga pemerintah bahwa larangan tersebut berlaku bagi semua pegawai negeri dan langsung efektif.
Kebijakan itu dilaksanakan sesuai keputusan Komite Keamanan Siber Nasional. Pemerintah menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi ancaman terhadap keamanan informasi dan data pengguna.
Dalam pernyataannya, kantor Anwar menyebut kebijakan tersebut bertujuan melindungi informasi pemerintah dan data pribadi dari ancaman penyalahgunaan oleh rezim Israel.
Anwar, melalui unggahan di Facebook, turut menyarankan penggunaan TuJu, aplikasi pemetaan yang dikembangkan oleh otoritas jalan raya Malaysia, sebagai pengganti Waze.
Mengapa Malaysia Melarang Waze?
Waze merupakan aplikasi navigasi yang menyediakan petunjuk arah, perencanaan rute, serta informasi lalu lintas secara langsung. Aplikasi ini memanfaatkan sinyal satelit dan data yang dibagikan oleh para pengemudi untuk membantu pengguna menentukan perjalanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








