Zelensky Sebut Bekukan Garis Depan Jadi Cara Paling Realistis Akhiri Perang Rusia-Ukraina

AKURAT.CO Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pembekuan garis depan sebagai cara paling realistis untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina dan memulai negosiasi gencatan senjata. Namun, Zelensky menegaskan Ukraina harus dilibatkan langsung dalam setiap perundingan serta memperoleh jaminan keamanan dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa.
Zelensky menyampaikan sikap tersebut dalam wawancara dengan program Fox & Friends di Fox News pada Rabu. Ia mengatakan, mempertahankan posisi garis depan saat ini dapat menjadi langkah awal untuk menghentikan pertempuran dengan Rusia.
“Sekarang kita harus membekukan (garis depan), dan menurut saya ini adalah cara nyata untuk mengakhiri perang ini. Kita menyebutnya gencatan senjata: membekukan dan menghentikan pertempuran,” kata Zelensky ketika ditanya apakah Ukraina bersedia menerima kesepakatan yang mempertahankan posisi garis depan saat ini.
Pernyataan Zelensky muncul ketika utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Saint Petersburg. Perkembangan ini kembali menyoroti upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Zelensky Tegaskan Ukraina Harus Dilibatkan
Meski membuka peluang gencatan senjata, Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak boleh dikesampingkan dalam pembicaraan yang menentukan masa depannya.
Ia menyatakan Kyiv siap bernegosiasi dalam format apa pun dan membahas berbagai persoalan. Namun, setiap kesepakatan harus melibatkan Ukraina sebagai pihak yang secara langsung terdampak perang.
“Saya selalu mengatakan bahwa kami terbuka untuk bernegosiasi dalam format apa pun dan mengenai topik apa pun. Namun, jangan membicarakan kami tanpa melibatkan kami,” ujar Zelensky.
Menurut dia, keterlibatan langsung Ukraina menjadi hal penting agar kesepakatan yang dicapai tidak mengabaikan kepentingan dan kedaulatan negaranya.
Selain itu, Zelensky menekankan perlunya jaminan keamanan dari AS dan sekutu-sekutu Eropa sebelum kesepakatan perdamaian dapat memberikan kepastian bagi rakyat Ukraina.
Jaminan tersebut, katanya, diperlukan untuk mencegah terulangnya pendudukan, agresi militer, dan pembunuhan terhadap warga Ukraina.
Ia ingin memastikan rakyat Ukraina tidak lagi hidup dalam ketakutan bahwa serangan Rusia akan kembali terjadi setelah gencatan senjata diberlakukan.
Sumber: Novinite
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







