Protes Cockroach Janta Party Tuntut Ketua Komisi Pemilu Mundur, India Perketat Keamanan New Delhi

AKURAT.CO Pemerintah India memperketat keamanan di New Delhi menjelang aksi demonstrasi baru yang digelar Cockroach Janta Party (CJP). Ribuan tambahan personel polisi dikerahkan pada Jumat setelah gerakan yang dipimpin anak muda itu menyerukan demonstrasi untuk menuntut reformasi pemilu dan pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar.
Pengerahan aparat keamanan dilakukan setelah dua pemimpin CJP dijatuhi hukuman penahanan selama lima hari pekan ini. Keduanya ditahan karena diduga memasuki area terlarang di lokasi demonstrasi. Penahanan tersebut memicu kemarahan para pendukung CJP yang menilai tindakan aparat sebagai bagian dari tekanan terhadap gerakan protes mereka.
CJP menyerukan para pendukungnya berkumpul di Central Park, New Delhi, pada pukul 17.00 waktu setempat. Namun, otoritas menutup taman tersebut dengan alasan administratif dan memasang barikade logam di sejumlah persimpangan strategis untuk mengantisipasi kerumunan serta kemungkinan bentrokan.
Pendiri CJP Siap Ditangkap dalam Aksi Demonstrasi
Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, menyatakan bahwa dirinya kemungkinan menjadi sasaran penangkapan polisi sebelum demonstrasi berlangsung. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya dan para pendukungnya tidak takut menghadapi risiko penahanan.
Dalam unggahan di media sosial, Dipke menuduh pemerintah bersikap munafik karena dinilai membatasi demonstrasi yang dilakukan gerakan oposisi. Ia mengingatkan bahwa partai yang kini berkuasa di India dahulu juga mengandalkan aksi jalanan dan demonstrasi ketika masih menjadi oposisi.
“Partai yang saat ini berkuasa telah menghabiskan puluhan tahun mengorganisasi protes, turun ke jalan, dan mempertanyakan pemerintahan ketika masih berada di oposisi,” kata Dipke.
Ia menilai para pemimpin pemerintah saat ini mungkin tidak akan mencapai posisi kekuasaan jika dahulu menghadapi pembatasan demonstrasi, intimidasi, dan tindakan keras polisi yang sama.
Pernyataan tersebut menambah ketegangan politik menjelang aksi CJP di New Delhi. Hingga saat ini, pemerintah memperketat pengamanan, sementara gerakan tersebut tetap menyerukan pendukungnya untuk turun ke jalan.
CJP Tuntut Reformasi Pemilu dan Pengunduran Diri Gyanesh Kumar
Demonstrasi yang direncanakan pada Jumat merupakan bagian dari rangkaian aksi hampir setiap hari yang digelar CJP sepanjang Oktober 2026. Gerakan tersebut menuntut reformasi sistem pemilu India dan pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum, Gyanesh Kumar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 10Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto






