Akurat Logo

Super El Nino Bikin Karhutla Luar Biasa, Manfaatkan AI untuk Deteksi Dini

Putri Dinda Permata Sari | 16 Oktober 2026, 18:02 WIB
Super El Nino Bikin Karhutla Luar Biasa, Manfaatkan AI untuk Deteksi Dini
Pemerintah perlu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi karhutla sejak dini. - Foto: Idxchannel.com

AKURAT.CO Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dibarengi dengan strategi pencegahan berbasis teknologi, agar bencana serupa tidak terus berulang.

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, mendorong pemerintah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan sejak dini.

Ia mengatakan, sekitar 60 ribu personel telah dikerahkan untuk menangani karhutla di berbagai wilayah.

Menurutnya, karhutla tahun ini menghadirkan tantangan lebih besar akibat fenomena super El Nino yang memperparah kondisi musim kering.

"Kita sekarang juga sudah melihat bahwa 60 ribuan personel sudah diturunkan untuk melakukan penanganan. Memang tahun ini karhutlanya memang agak lebih luar biasa karena akibat super El Nino yang kita rasakan akibatnya," ujar Eddy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 283 Ribu, Pemerintah Didesak Tetapkan Status KLB Nasional

Ia mengapresiasi terbukanya kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk membantu penanganan karhutla.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman, terutama di wilayah yang masih mengalami kebakaran.

"Dengan adanya sekarang juga sudah terbukanya kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk penanganan ini, saya kira ini merupakan satu upaya untuk mempercepat penyelesaian pemadaman karhutla yang ada," ujar Eddy.

Ia berharap hujan yang mulai turun di sejumlah daerah dapat membantu proses pemadaman dan memperbaiki kondisi di lapangan. Meski begitu, ia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran sudah terjadi.

Menurut Eddy, pencegahan harus menjadi prioritas, agar Indonesia tidak kembali menghadapi persoalan serupa pada musim kemarau berikutnya. Terlebih, periode musim kering dapat diperkirakan lebih awal, sehingga pemerintah memiliki kesempatan untuk menyiapkan langkah antisipasi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.