Partai ‘Kecoa’ Viral di India Menyebar ke Pakistan, Sindir Pengangguran hingga Politik Elite

AKURAT.CO Fenomena unik tengah viral di media sosial Asia Selatan setelah kemunculan partai satir bernama Cockroach Janta Party atau Partai Kecoa di India memicu lahirnya gerakan serupa di Pakistan.
Gerakan yang awalnya hanya berupa satire politik itu kini berkembang menjadi simbol protes generasi muda terhadap pengangguran, sistem politik, hingga ketimpangan sosial.
Cockroach Janta Party (CJP) pertama kali muncul pada pertengahan Mei 2026 setelah Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant, diduga menyamakan aktivis muda pengangguran dengan “kecoa” dan “parasit” dalam sebuah pernyataan yang kemudian menuai kontroversi.
Meski pernyataan tersebut kemudian diklarifikasi, reaksi publik telanjur meluas di media sosial.
Partai Kecoa Viral, Followers Lampaui Partai Besar India
Gerakan itu kemudian dimanfaatkan oleh Abhijeet Dipke, mantan anggota Partai Aam Aadmi yang kini tinggal di Amerika Serikat. Ia meluncurkan Cockroach Janta Party pada 16 Mei melalui Instagram dan kampanye pendaftaran anggota secara online.
Dalam waktu singkat, akun Instagram CJP disebut meraih lebih dari 15 juta pengikut dan melampaui akun resmi partai besar India seperti BJP dan Kongres.
Partai satir tersebut mengusung citra sebagai suara anak muda “malas dan pengangguran”, namun di balik konten meme dan humor politik, mereka membawa isu serius seperti lapangan kerja, pendidikan, layanan kesehatan, reformasi ujian, hingga kritik terhadap birokrasi pemerintah.
Akun X milik CJP sempat diblokir di India, namun kelompok itu segera kembali menggunakan akun baru dengan pesan sindiran kepada pemerintah.
Pakistan Ikut Demam ‘Partai Kecoa’
Popularitas gerakan itu kemudian menyebar ke Pakistan. Sejumlah akun media sosial dengan nama seperti Cockroach Awami Party dan Cockroach Awami League mulai bermunculan.
Salah satu akun bahkan terang-terangan mengaku meniru gerakan India dengan slogan “copied but who cares”.
Gerakan di Pakistan menggunakan simbol kecoa sebagai lambang ketahanan hidup dan perlawanan terhadap sistem politik yang dinilai gagal memenuhi harapan generasi muda.
Sebagian besar kontennya berisi meme politik, video pendek satir, dan kritik terhadap partai arus utama Pakistan seperti PTI, PML-N, hingga PPP.
Berbeda dengan versi India yang memiliki pendiri dan manifesto jelas, gerakan di Pakistan masih terpecah dalam beberapa akun independen.
Meski bernuansa humor dan satire, kemunculan “partai kecoa” di dua negara tersebut dinilai menunjukkan meningkatnya frustrasi generasi muda terhadap pengangguran, krisis ekonomi, dan sistem politik tradisional di Asia Selatan.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu




