Rusia Serang Kyiv dengan Rudal Balistik, 2 Orang Tewas dan Pembangkit Listrik Dihantam
AKURAT.CO Serangan rudal balistik Rusia kembali menghantam Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Selasa dan menewaskan dua orang serta melukai 21 lainnya. Serangan Rusia ke Kyiv tersebut juga menyasar infrastruktur energi, termasuk Pembangkit Listrik Termal Nomor 4, meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata di sektor energi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Moskow mengabaikan pengumuman gencatan senjata energi yang disampaikan Trump pada akhir pekan. Menurut Zelenskyy, serangan rudal balistik Rusia menunjukkan bahwa Moskow tidak merasa terikat untuk mematuhi kesepakatan tersebut.
Serangan rudal Rusia ke Kyiv ini merupakan yang kedua dalam kurun waktu 24 jam. Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa Ukraina tidak menerima peringatan dini dari mitra-mitra Barat sebelum serangan terjadi. Sementara itu, intelijen Ukraina mengindikasikan Rusia tengah mempersiapkan serangan rudal balistik berikutnya.
“Fakta menunjukkan bahwa Rusia tidak menganggap dirinya terikat untuk mematuhi apa yang disampaikan Presiden Amerika Serikat,” kata Zelenskyy melalui Telegram, merujuk pada pengumuman gencatan senjata energi oleh Trump.
Ia juga menilai situasi tersebut tidak adil karena Rusia terus menghancurkan infrastruktur energi Ukraina, sementara Kyiv tidak memperoleh peringatan mengenai peluncuran rudal balistik.
Serangan Rudal Rusia Tewaskan Dua Orang di Kyiv
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan dua orang tewas dan 21 lainnya terluka setelah rudal menghantam sebuah gedung apartemen sembilan lantai. Sebanyak 16 korban luka harus menjalani perawatan di rumah sakit, dengan empat orang di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.
Tim penyelamat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di sejumlah unit apartemen dan mengevakuasi penghuni gedung. Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke bagian bangunan yang mengalami kerusakan parah akibat hantaman rudal.
Zelenskyy mengatakan infrastruktur energi menjadi sasaran utama serangan terbaru Rusia. Salah satu fasilitas yang disebut terdampak adalah Pembangkit Listrik Termal Nomor 4 di Kyiv.
Menurutnya, Ukraina kembali tidak memperoleh peringatan dini dari mitra-mitra Barat sebelum serangan berlangsung. Zelenskyy sebelumnya juga menyampaikan keluhan serupa setelah serangan malam hari yang lebih dahulu menghantam ibu kota Ukraina.
Gencatan Senjata Energi Dipertanyakan Setelah Serangan Rusia
Serangan rudal balistik Rusia kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas gencatan senjata energi yang diumumkan Trump. Pernyataan Zelenskyy bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan lanjutan menambah kekhawatiran terhadap keamanan Kyiv dan keberlangsungan infrastruktur energi Ukraina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







