Akurat Logo

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Tak Ingin Perang dengan AS, Masih Buka Jalan Damai

Fitra Iskandar | 25 September 2026, 08:21 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Tak Ingin Perang dengan AS, Masih Buka Jalan Damai

AKURAT.CO Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak menginginkan perang dengan Amerika Serikat dan masih terbuka untuk mencapai kesepakatan melalui jalur diplomasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam wawancara eksklusif dengan Fox News bersama jurnalis Bret Baier pada Kamis, ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung.

Ketika ditanya apakah Iran memilih perang atau kesepakatan dengan Washington, Pezeshkian menegaskan bahwa perang bukan pilihan Teheran.

“Kami tidak memilih perang. Perang dipaksakan kepada kami. Kami tidak menginginkan perang,” kata Pezeshkian.

Ia mengatakan Iran tetap bersedia melanjutkan pembicaraan dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Menurut Pezeshkian, Iran sebelumnya telah mencapai kesepakatan dengan Trump dan masih bersedia melanjutkan proses tersebut.

“Kami memang telah mencapai kesepakatan dengan presiden Anda. Berdasarkan itu, kami bersedia dan masih ingin melanjutkannya,” ujarnya.

Iran Masih Buka Negosiasi dengan AS

Pezeshkian merujuk pada memorandum yang disepakati pada Juni. Kesepakatan tersebut sebelumnya dimaksudkan menjadi dasar untuk mencapai perjanjian perdamaian final dalam waktu 60 hari.

Namun, proses tersebut kemudian terhenti akibat perbedaan antara Iran dan AS, termasuk mengenai persoalan navigasi di Selat Hormuz.

Menurut Pezeshkian, keputusan mengenai keberlanjutan perang atau diplomasi kini berada di tangan Washington.

“Amerika yang harus memilih apakah mereka ingin mengakhiri perang atau tidak,” kata Pezeshkian.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan Iran dan AS masih diwarnai ketegangan terkait program nuklir Iran dan konflik yang melibatkan kedua negara.

Iran Bersedia Patuhi Hukum Internasional

Dalam wawancara tersebut, Pezeshkian juga ditanya mengenai kemungkinan Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya hingga tingkat 60 persen sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.