Iran Menyerang Markas Besar Kelompok Oposisi Kurdi di Irak Utara

AKURAT.CO Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap markas kelompok oposisi Kurdi Iran di Provinsi Sulaymaniyah, wilayah Kurdistan Irak.
Dalam pernyataan yang disiarkan media resmi Iran, IRNA, pada Senin dini hari, IRGC menyebut serangan tersebut menyasar markas kelompok yang dikategorikan Teheran sebagai organisasi teroris yang beroperasi di wilayah utara Irak.
Namun, pihak IRGC tidak mengungkap rincian kelompok yang menjadi target, jenis senjata yang digunakan, maupun informasi mengenai korban jiwa dan tingkat kerusakan akibat operasi militer tersebut.
Sulaymaniyah Jadi Basis Kelompok Oposisi Kurdi Iran
Provinsi Sulaymaniyah selama ini dikenal sebagai salah satu basis sejumlah kelompok oposisi Kurdi Iran yang bermarkas di wilayah Kurdistan Irak. Pemerintah Iran berulang kali menuduh kelompok-kelompok tersebut terlibat dalam serangan lintas batas serta memicu ketidakstabilan dan kerusuhan di dalam negeri.
Serangan terbaru ini menambah daftar operasi militer Iran terhadap kelompok oposisi Kurdi yang selama bertahun-tahun menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan otoritas Kurdistan Irak.
Serangan Terjadi Usai Iran Luncurkan Rudal ke Israel
Aksi IRGC berlangsung hanya beberapa jam setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah utara Israel sebagai respons atas serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon.
Israel mengklaim serangan di Beirut menargetkan pusat komando dan perencanaan milik kelompok Hizbullah. Menurut data awal, serangan tersebut menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 11 lainnya.
Serangan rudal Iran ke Israel menjadi yang pertama sejak gencatan senjata rapuh yang diberlakukan pada awal April lalu. Insiden tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah.
Israel Siapkan Respons
Pasca-serangan rudal Iran, sejumlah pejabat Israel mengindikasikan bahwa Tel Aviv tengah menyiapkan langkah balasan. Situasi ini semakin memperumit upaya diplomatik yang sebelumnya bertujuan mempertahankan gencatan senjata antara kedua pihak.
Gencatan senjata sementara yang dicapai pada 8 April sempat meredakan ketegangan regional. Namun, proses negosiasi berikutnya mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai implementasi kesepakatan dan perkembangan konflik di kawasan.
Ancaman Konflik Regional Meluas
Pengamat menilai serangan IRGC ke wilayah Kurdistan Irak menunjukkan bahwa konflik Iran-Israel kini semakin berdampak pada kawasan yang lebih luas, termasuk Irak dan Lebanon.
Dengan meningkatnya aktivitas militer di berbagai front, kekhawatiran terhadap eskalasi konflik regional semakin menguat, terutama ketika upaya diplomasi belum menunjukkan kemajuan signifikan untuk menghentikan siklus serangan balasan yang terus berlanjut.
Perkembangan terbaru ini menjadi sorotan internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan Timur Tengah serta jalur perdagangan dan energi global yang melintasi kawasan tersebut.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







