Upaya Diplomatik Hentikan Perang, Panglima Militer Pakistan Datangi Iran

AKURAT.CO Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir tiba di Teheran, Iran, di tengah meningkatnya upaya diplomatik untuk menghentikan perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang terus memanas sejak pecah pada 28 Februari 2026.
Kedatangan Asim Munir pada Jumat dilaporkan media pemerintah Iran, IRNA. Ia disambut langsung Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni bersama Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi.
Kunjungan ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan Munir ke Teheran dalam rangka mendorong proses mediasi Pakistan demi menghentikan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Islamabad disebut berhasil membantu tercapainya gencatan senjata sementara pada 8 April lalu. Pakistan juga menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran pada 11-12 April, yang disebut sebagai dialog paling signifikan sejak 1979.
Sumber diplomatik Pakistan menyebut agenda utama kunjungan kali ini mencakup pembahasan negosiasi Iran-AS, stabilitas kawasan, hingga langkah konkret menghentikan perang yang telah mengguncang ekonomi global.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan proses diplomasi saat ini telah memasuki titik yang sangat menentukan. Namun ia mengakui perbedaan posisi antara Teheran dan Washington masih sangat dalam.
“Fokus utama negosiasi saat ini adalah mengakhiri perang. Isu nuklir belum dibahas secara detail,” ujar Baghaei.
Sumber pejabat Iran juga mengungkapkan bahwa gencatan senjata penuh di seluruh front perang menjadi syarat utama sebelum negosiasi lanjutan dapat dilakukan.
Meski belum ada kesepakatan final, upaya mempertemukan kepentingan Teheran dan Washington terus berlangsung. Iran disebut memprioritaskan penghentian perang, pencabutan blokade AS, dan stabilitas Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.
“Iran sangat ingin membuat kesepakatan,” kata Trump di Gedung Putih.
Trump juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Namun, ia mengaku sempat menunda serangan militer lanjutan demi memberi ruang bagi proses negosiasi.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pembicaraan terbaru menunjukkan “sedikit kemajuan”, meski belum menghasilkan terobosan besar.
Sementara itu, Uni Eropa mulai bergerak menyiapkan sanksi baru terhadap Iran terkait penutupan Selat Hormuz yang dianggap melanggar hukum internasional.
Penutupan jalur strategis tersebut memicu lonjakan harga energi global karena Selat Hormuz selama ini menjadi jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Uni Eropa menyebut sanksi baru akan mencakup pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas blokade tersebut.
Sumber: Aljazeera
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil







