Negara Ini Sangat Menderita Akibat Perang Iran, Sinyal HP Terancam Mati Total!

AKURAT.CO Dampak perang Iran kian meluas hingga ke Asia Selatan. Bangladesh kini menghadapi ancaman pemadaman jaringan telepon seluler dan internet secara luas akibat krisis bahan bakar yang dipicu gangguan pasokan energi global.
Negara berpenduduk sekitar 170 juta jiwa itu mengimpor sekitar 95% kebutuhan minyak dan gasnya, sebagian besar dari kawasan Timur Tengah.
Sejak konflik memanas, kelangkaan energi menghantam sektor transportasi dan kelistrikan, memicu antrean panjang di SPBU yang dilaporkan mencapai 10 hingga 12 jam.
Asosiasi Operator Telekomunikasi Seluler Bangladesh (AMTOB) memperingatkan bahwa operasional jaringan kini berada di titik kritis. Dalam surat resminya kepada Bangladesh Telecommunication Regulatory Commission (BTRC), AMTOB menyebut situasi telah melampaui batas kendali operasional.
Baca Juga: Kiai Said Minta Kapal Indonesia Boleh Lewati Selat Hormuz: Umat Islam Indonesia Dukung Iran
“Situasi ini telah meningkat di luar kendali operasional,” tulis AMTOB dalam pernyataannya.
Asosiasi itu menegaskan bahwa tanpa pasokan bahan bakar yang cukup untuk menggerakkan pusat data dan sistem cadangan listrik, risiko penutupan jaringan telekomunikasi secara besar-besaran sangat nyata.
“Jika kondisi ini terus berlanjut, terdapat risiko nyata terjadinya penutupan jaringan telekomunikasi skala besar di sebagian besar wilayah negara,” tegas AMTOB.
Secara teknis, pusat data telekomunikasi membutuhkan 500 hingga 600 liter diesel per jam untuk tetap beroperasi, atau hampir 4.000 liter per hari per fasilitas. Dalam kondisi kelangkaan saat ini, kebutuhan tersebut sulit dipenuhi.
Sekretaris Jenderal AMTOB, Mohammad Zulfikar, menjelaskan bahwa jika pusat data berhenti beroperasi, dampaknya akan merembet ke seluruh sistem komunikasi nasional.
“Pemadaman jaringan sebagian atau seluruhnya dapat menyebabkan panggilan telepon, internet, SMS, dan semua layanan lainnya terhenti atau mengalami gangguan parah,” ujarnya kepada AFP.
Ia menambahkan bahwa pusat data merupakan “jantung” konektivitas internet. “Internet mungkin menjadi sangat lambat atau mati sepenuhnya, karena pusat data adalah pusat komando tempat lalu lintas data diarahkan dan dikendalikan,” jelasnya.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah Bangladesh justru menaikkan harga bahan bakar. Harga diesel naik sekitar 15%, sementara harga bensin melonjak hingga 16%. Menteri Energi Iqbal Hasan Mahmud menyatakan kebijakan itu merupakan konsekuensi dari krisis energi global.
“Seluruh dunia telah menyesuaikan harga, bahkan Amerika Serikat sekalipun,” katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
Namun di lapangan, kondisi masih sulit. Warga mengeluhkan antrean panjang yang nyaris tidak bergerak. “Saya menunggu selama tiga jam dan hanya bergerak beberapa meter,” ujar Md Sagar, seorang pengendara sepeda motor.
Keluhan serupa disampaikan Zakir Mia yang mengaku harus menghabiskan hampir seharian untuk mendapatkan bahan bakar.
Krisis di Bangladesh menunjukkan bahwa dampak perang Iran tidak hanya dirasakan negara-negara di kawasan konflik, tetapi juga negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi. Jika pasokan tak segera stabil, bukan hanya ekonomi yang terganggu—konektivitas digital masyarakat pun terancam lumpuh total.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 6Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 7Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 8Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









