Wapres AS JD Vance Puji Keluarga Mertuanya yang Berasal dari India: Kontribusi Besar buat Amerika

AKURAT.CO Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memuji keluarga mertuanya yang berasal dari India sebagai contoh imigran yang berkontribusi besar bagi negara tersebut.
Berbicara dalam sebuah acara di University of Georgia, Selasa (14/4/2026), Vance menyatakan para imigran telah memperkaya Amerika Serikat, namun menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap program imigrasi.
“Saya pikir ada banyak kecurangan dalam sistem H-1B. Namun di sisi lain, kita juga harus mengakui ada orang-orang yang datang ke Amerika Serikat dan telah memperkaya negara ini,” kata Vance.
Vance, yang menikah dengan Usha Vance—keturunan India dari Andhra Pradesh—menyebut keluarga mertuanya sebagai sosok yang memberikan kontribusi positif bagi AS.
“Saya mencintai keluarga mertua saya. Mereka orang-orang hebat dan telah menjadi kontributor besar bagi Amerika Serikat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan peserta keturunan India dalam acara Turning Point USA, yang menyoroti lamanya waktu tunggu kartu hijau (green card) bagi pemegang visa H-1B.
Baca Juga: Korban Serangan Rudal Iran ke Kota "Little India" Mencapai 47 Orang
Peserta tersebut mengungkapkan keluarganya telah tinggal lebih dari satu dekade di AS, namun masih menghadapi keterlambatan akibat kuota berbasis negara dan penumpukan proses administrasi.
Menanggapi hal itu, Vance menegaskan bahwa menjadi warga negara AS membawa tanggung jawab untuk mengutamakan kepentingan negara, terlepas dari latar belakang asal.
“Baik keluarga Anda sudah sembilan generasi di Amerika maupun baru datang, Anda harus memikirkan kepentingan terbaik negara ini dan melihat diri sebagai orang Amerika,” katanya.
Ia juga mencontohkan ayah mertuanya sebagai sosok yang selalu menempatkan kepentingan AS di atas negara asalnya.
“Dia tidak pernah sekalipun meminta saya melakukan sesuatu demi kepentingan negara asalnya. Itu yang membuat masyarakat Amerika lebih terbuka terhadap imigran,” ujar Vance.
Menurutnya, sikap tersebut penting dalam membentuk kebijakan imigrasi yang berfokus pada kepentingan nasional.
Pernyataan Vance muncul di tengah kebijakan imigrasi yang lebih ketat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Data Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menunjukkan jumlah tahanan dalam pengawasan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) melampaui 70.000 orang untuk pertama kalinya pada Januari lalu.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok





