Akurat

Fakta-Fakta Demo Rusuh di Belanda yang Akibatkan 30 Orang Ditangkap

Kumoro Damarjati | 22 September 2025, 06:35 WIB
Fakta-Fakta Demo Rusuh di Belanda yang Akibatkan 30 Orang Ditangkap

AKURAT.CO Unjuk rasa besar di Den Haag, Belanda, pada Sabtu (21/9) berubah menjadi kerusuhan. Berikut deretan fakta penting terkait aksi yang memicu bentrokan dengan polisi dan berujung puluhan penangkapan.

Berawal dari Seruan Pengetatan Kebijakan Suaka

Aksi ini digelar setelah kelompok sayap kanan menyerukan kebijakan suaka yang lebih ketat. Seruan tersebut menarik sekitar 1.500 demonstran, memicu ketegangan di pusat kota Den Haag.

Bentrokan dengan Polisi dan Pembakaran Mobil Patroli

Situasi memanas ketika demonstran bentrok dengan aparat kepolisian. Sebuah mobil polisi dibakar, dan kerusuhan pun tak terhindarkan. Sedikitnya 30 orang ditangkap, menurut laporan media lokal. Wali Kota Den Haag menyebut peristiwa itu “belum pernah terjadi sebelumnya” dan “tidak pantas bagi Belanda.”

Kantor Partai D66 Jadi Sasaran Serangan

Kericuhan meluas hingga markas partai tengah-kiri D66. Pemimpin D66, Rob Jetten, mengecam kekerasan itu dan menegaskan pemberontakan populis “tidak akan mendapat dukungan rakyat,” serta menilai aksi tersebut “tidak ada hubungannya dengan Belanda.”

Respons Geert Wilders 

Politikus anti-imigrasi, Geert Wilders, merespons kritik Jetten dengan menudingnya menunjukkan “kemarahan selektif.” Wilders membandingkan dengan bentrokan geng Turki-Maroko di Beverwijk yang, menurutnya, tidak memicu reaksi politik serupa.

Desakan Debat Nasional dan Penindakan Tegas

Mantan Komisioner Uni Eropa sekaligus pemimpin Partai Buruh, Frans Timmermans, menyerukan debat nasional soal batas kekerasan politik. Perdana Menteri Dick Schoof menyebut tindakan para pelaku “tidak tahu malu dan tidak dapat diterima”. Ia mendesak kejaksaan menindak tegas semua yang terlibat.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.