Akurat Logo

Kinza Bidik Indonesia dan Malaysia untuk Perluas Pasar Asia Tenggara

Saeful Anwar | 16 September 2026, 21:35 WIB
Kinza Bidik Indonesia dan Malaysia untuk Perluas Pasar Asia Tenggara
Kinza, merek minuman ringan berkarbonasi asal Arab Saudi.

AKURAT.CO Merek minuman ringan berkarbonasi asal Arab Saudi, Kinza, membidik Indonesia dan Malaysia sebagai pasar strategis untuk memperluas bisnisnya di Asia Tenggara.

Kinza akan berpartisipasi dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 23-26 September 2026.

Dalam ajang tersebut, Kinza mencari mitra manufaktur dan distribusi lokal di Indonesia, Malaysia, serta sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.

Pendiri Kinza, Bandar Okrin, mengatakan Asia Tenggara menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan internasional perusahaan. Menurutnya, Indonesia dan Malaysia memiliki karakter pasar serta peluang yang berbeda.

"Kinza lahir di Arab Saudi, dan ambisi kami tidak pernah dibatasi oleh kondisi geografis. Dalam waktu singkat, produk kami telah menjangkau 75 pasar di lima benua," ujar Okrin.

"Asia Tenggara merupakan babak penting berikutnya dalam pertumbuhan internasional kami. Malaysia dan Indonesia masing-masing menawarkan peluang yang khas dan menjanjikan, dan keduanya menjadi inti dari strategi Kinza di Asia Tenggara," sambungnya.

Di Indonesia, Kinza tengah mencari mitra lokal untuk mengembangkan jalur pemasaran sekaligus mengevaluasi model manufaktur yang sesuai dengan kebutuhan ekspansi.

Perusahaan menjajaki sejumlah skema kemitraan, termasuk kontrak manufaktur dan kemitraan industri, dengan mempertimbangkan kapabilitas lokal, potensi pasar, serta kelayakan komersial.

Produksi lokal dinilai dapat membantu Kinza memangkas waktu tunggu pasokan dan biaya logistik.

Langkah tersebut juga memungkinkan perusahaan merespons permintaan pasar dengan lebih cepat serta menyesuaikan ukuran kemasan, harga, bauran produk, dan strategi pemasaran dengan kebutuhan konsumen lokal.

Sementara di Malaysia, Kinza melihat peluang kemitraan di sektor manufaktur, distribusi, ritel, dan foodservice.

Kinza juga menargetkan jaringan ritel, minimarket, foodservice, dan e-commerce di kedua negara dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter konsumen masing-masing pasar.

Kinza yang diproduksi di Jeddah, Arab Saudi, mengklaim telah menjangkau 75 pasar di lima benua sejak diluncurkan.

Perusahaan menyebut ekspansinya didukung kapasitas produksi dan lini produksi berkecepatan tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Sejumlah proyek dan fasilitas manufaktur juga tengah dibangun atau dikembangkan di berbagai pasar internasional.

"Kami tumbuh di dalam negeri karena masyarakat menemukan Kinza sebagai sebuah merek yang selaras secara budaya dan emosional, cita rasa yang menjadi bagian dari momen keseharian, pertemuan, dan perayaan mereka," kata Okrin.

"Kami hadir di kawasan ini untuk membangun koneksi yang sama: berbagi merek, cita rasa, dan kisahnya dengan konsumen, serta mengembangkannya bersama mitra yang memiliki pemahaman mendalam tentang manufaktur, distribusi, dan pasar lokal," lanjutnya.

Portofolio Kinza mencakup minuman ringan berkarbonasi dengan rasa cola, lemon, jeruk, citrus, blackcurrant, dan delima. Perusahaan juga memiliki produk rendah gula dan tanpa gula, soda water, serta minuman berenergi.

Untuk pasar Asia Tenggara, Kinza melihat potensi pada varian cola dan rendah gula, sekaligus membuka peluang memperkenalkan varian rasa lainnya kepada konsumen.

Baca Juga: Midea Kirim 5 Installer AC Terbaik ke Kompetisi ASEAN

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.