Israel Melanggar Gencatan Senjata, Hizbullah: Kesabaran Kami Bisa Habis

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, mengeluarkan peringatan keras terhadap Israel terkait pelanggaran perjanjian gencatan senjata di wilayah selatan Lebanon.
Dalam pidatonya yang disiarkan pada Sabtu (4/1/2015), Qassem menegaskan, kelompok perlawanan Lebanon tersebut tidak akan terus berdiam diri jika Israel terus melanggar kesepakatan tersebut.
"Kesabaran kami mungkin habis. Ketika kami memutuskan untuk bertindak, dunia akan segera mengetahuinya," ujar Qassem dengan nada tegas.
Ia menegaskan, segala keputusan terkait perlawanan terhadap Israel, termasuk strategi dan penggunaan senjata, sepenuhnya berada di bawah kendali kepemimpinan Hizbullah.
Qassem menjelaskan, perjanjian gencatan senjata yang berlaku berdasarkan Resolusi PBB 1701 terbatas pada wilayah selatan Sungai Litani.
Baca Juga: Israel Serang Lebanon, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar!
Resolusi yang diadopsi pada 11 Agustus 2006 ini menyerukan penghentian total konflik bersenjata antara Hizbullah dan Israel.
Selain itu, resolusi tersebut menetapkan zona bebas senjata di antara Garis Biru, perbatasan de facto, dan Sungai Litani, kecuali untuk tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL.
Namun, ia menuduh Israel terus melanggar ketentuan ini, termasuk gagal menarik pasukan dari wilayah yang seharusnya dikosongkan.
"Tanggung jawab memaksa Israel untuk mematuhi perjanjian ini ada di tangan Lebanon," kata Qassem, mengingatkan pemerintah Lebanon agar lebih tegas.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat dampak tragis dari serangan Israel yang dimulai sejak 8 Oktober 2023.
Sedikitnya 4.063 orang tewas, termasuk perempuan, anak-anak, dan tenaga medis, sementara lebih dari 16.664 lainnya mengalami luka-luka.
Angka ini menjadi cerminan bahwa konflik antara kedua pihak terus memakan korban, meskipun ada upaya gencatan senjata.
Baca Juga: AS Usulkan Penjualan Senjata Rp129 Triliun ke Israel di Tengah Krisis Palestina
Qassem menegaskan bahwa Hizbullah siap bertindak jika situasi semakin tak terkendali.
"Perlawanan kami tidak hanya tentang bertahan, tetapi juga memastikan Israel tidak terus semena-mena terhadap Lebanon," pungkasnya.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa ketegangan antara Hizbullah dan Israel terus memanas, meskipun ada upaya untuk menghentikan konflik.
Langkah Hizbullah selanjutnya kini menjadi perhatian dunia internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








