Akurat

Timur Tengah Terus Memanas, Indonesia Desak Semua Pihak Menahan Diri

Mukodah | 2 Oktober 2024, 11:58 WIB
Timur Tengah Terus Memanas, Indonesia Desak Semua Pihak Menahan Diri

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia meminta pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri, terkait perkembangan yang saat ini terjadi di kawasan Timur Tengah.

Imbauan dikeluarkan setelah Iran melepaskan serangan rudal ke wilayah Israel.

"Indonesia sangat mengkhawatirkan perkembangan terbaru yang saat ini terjadi di kawasan Timur Tengah, dan mendesak seluruh pihak untuk dapat menahan diri," bunyi pernyataan pemerintah Indonesia, melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (2/10/2024).

Sebagaimana disampaikan Sekjen PBB, Indonesia sangat khawatir bahwa potensi perang dengan skala yang lebih besar dapat terjadi.

Pemerintah Indonesia kembali menekankan pentingnya Dewan Keamanan PBB segera melakukan pertemuan khusus, guna membahas perkembangan terkini di Timur Tengah dan mengambil keputusan yang dapat segera menurunkan ketegangan.

Baca Juga: Marissa Haque Pergi Tanpa Keluhan

"Keselamatan WNI juga terus menjadi perhatian utama pemerintah RI. Terkait hal ini, proses evakuasi WNI dari Lebanon juga sedang berlangsung," kata Kemenlu.

Kedutaan Besar RI di Timur Tengah juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh WNI di wilayah masing-masing.

Pada Selasa (1/10/2024) waktu setempat, Iran melancarkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel. Target Iran diarahkan ke basis militer Zionis.

Suar dan rudal mewarnai langit Tel Aviv dan ledakan terdengar di Al-Quds yang diduduki, membuat para pemukim Zionis melarikan diri mencari perlindungan.

Sirene dibunyikan di seluruh wilayah pendudukan saat media Israel melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan ratusan rudal.

Baca Juga: Diresmikan Jokowi, Bendungan Temef Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat NTT

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK