Geger Pemilu AS! Hacker Iran Ketahuan Bocorkan Materi Kampanye Trump ke Tim Biden

AKURAT.CO Dalam upaya untuk "menyebarkan perpecahan dan mempengaruhi hasil pemilu AS," hacker Iran dilaporkan mengirim pesan kepada orang-orang yang terlibat dalam kampanye pemilihan ulang Presiden Joe Biden selama musim panas.
Pesan-pesan tersebut berisi materi yang dicuri dari kampanye mantan Presiden Donald Trump, menurut pernyataan bersama dari lembaga intelijen AS.
Baca Juga: Investor AS Lebih Pede ke Trump Ketimbang Biden
"Hacker jahat Iran pada akhir Juni dan awal Juli mengirim email yang tidak diminta kepada individu yang terkait dengan kampanye Presiden Biden, yang berisi kutipan dari materi yang dicuri dan bersifat non-publik dari kampanye mantan Presiden Trump," ungkap FBI, Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), serta Office of the Director of National Intelligence (ODNI) dalam pernyataan bersama dikutip Jumat (20/9/2024).
Lembaga-lembaga tersebut menambahkan bahwa saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan apakah para penerima pesan menanggapi email tersebut atau tidak.
Selain itu, intelijen AS juga mengungkapkan bahwa sejak Juni, Iran terus melakukan intervensi terhadap pemilu AS dengan mengirim materi kampanye Trump yang dicuri kepada organisasi media di AS.
"Hecker Iran terus berusaha mengirim materi non-publik terkait kampanye mantan Presiden Trump ke organisasi media di AS," tambah pernyataan itu.
Menurut lembaga-lembaga tersebut, upaya gangguan pemilu yang dilakukan Iran bertujuan untuk "memperburuk perpecahan dan merusak kepercayaan terhadap proses pemilihan di AS."
"Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas respons ancaman, FBI telah melacak aktivitas ini, berhubungan dengan para korban, dan akan terus menyelidiki serta mengumpulkan informasi guna mengejar dan menghentikan aktor-aktor ancaman yang bertanggung jawab," kata pernyataan tersebut.
"Aktivitas pengaruh asing akan semakin meningkat menjelang November."
Baca Juga: Asuransi Jiwa Jemaah Haji Reguler 2024 yang Wafat Sudah Dibayarkan
Pada acara kampanye Rabu malam di Uniondale, New York, mantan Presiden Trump memberikan komentar terkait gangguan pemilu oleh Iran, menyebutnya sebagai "kegilaan."
"Tiga lembaga pemerintahan Kamala Harris dan Joe Biden – FBI, Office of the Director of National Intelligence, dan Cybersecurity and Infrastructure Security Agency – baru saja merilis laporan yang mengonfirmasi bahwa aktor Iran meretas akun email kampanye Trump dan mencoba memberikan materi yang dicuri kepada kampanye Biden-Harris," kata Trump.
"Mereka memberikan semua materi itu karena Biden bekerja sama dengan Iran, dan Iran jelas tidak menyukai saya karena mereka siap membuat kesepakatan."
Baca Juga: The Fed Kejutkan Dunia: Pangkas Suku Bunga hingga 50 Bps dengan Pengangguran AS Jadi Fokus Utama
Iran bukan satu-satunya pihak asing yang dituduh ikut campur dalam pemilu presiden AS 2024. Pada 10 Juli, pejabat ODNI menyebut Rusia sebagai "ancaman utama" bagi pemilu tersebut.
Baca Juga: Polisi Amankan Pria yang Retas Server Pulsa Smartfren, Kerugian Capai Rp350 Juta
"Itu adalah taktik yang sudah pernah kita lihat sebelumnya, terutama melalui media sosial, dengan menggunakan suara-suara berpengaruh di AS untuk memperkuat narasi mereka dan taktik lainnya," kata pejabat ODNI pada bulan Juli. "Mereka cukup cerdas untuk tahu bahwa menargetkan pemilih di negara bagian swing adalah hal yang sangat berharga bagi mereka."
Pejabat intelijen AS juga memperingatkan bahwa aktor-aktor asing kemungkinan akan meningkatkan aktivitas mereka saat hari pemilihan AS semakin dekat, dengan tujuan memanipulasi opini publik dan memperburuk situasi politik di Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







