Korea Selatan Berencana Akan Beri Intensif Rp1 Miliar Kepada Bayi yang Baru Lahir, Apa Alasannya?

AKURAT.CO Korea Selatan (Korsel) merencanakan untuk memberikan insentif uang tunai sebesar 100 juta won (setara dengan sekitar Rp1,1 miliar) kepada setiap bayi yang lahir.
Dikutip dari The Strait Times, Senin (29/4/2024), tindakan ini diambil menghadapi tantangan meningkatnya krisis demografi di negara tersebut.
Menurut Pemerintah Korea Selatan, krisis demografi di negara tersebut dipicu oleh berbagai faktor.
Salah satu faktor utama adalah tingkat frustrasi yang dirasakan oleh pasangan Korea akibat kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas hidup.
Angka kelahiran di Korea Selatan turun menjadi 0,72 bayi per wanita seumur hidup pada tahun 2023, menjadi angka kelahiran nasional terendah yang tercatat.
Keputusan untuk memberikan insentif sebesar Rp 1,1 miliar untuk setiap anak dilakukan berdasarkan hasil survei publik yang diselenggarakan oleh Komisi Anti Korupsi dan Hak-hak Sipil Pemerintah Korea Selatan.
Survei ini bertujuan untuk mengukur pendapat masyarakat Korea Selatan sebelum keputusan pemberian insentif tersebut diimplementasikan.
Survei yang dimulai pada 17 April 2024 mencakup empat pertanyaan yang terkait dengan pengeluaran sebesar 22 triliun won atau sekitar Rp 259 triliun per tahun untuk program insentif.
Salah satu pertanyaannya adalah apakah pemberian insentif tersebut dapat diterima dan memotivasi pasangan di negara tersebut untuk memiliki anak.
Dana sebesar itu merupakan sekitar separuh dari anggaran nasional Korea Selatan yang saat ini dialokasikan untuk mengatasi penurunan angka kelahiran, yang mencapai total 48 triliun won atau sekitar Rp 565 triliun setiap tahunnya.
Pemerintah Korea Selatan dan pembuat kebijakan telah berupaya untuk menemukan langkah-langkah baru dan inovatif dalam mengatasi krisis penurunan angka kelahiran yang terjadi di negara mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








