California Semakin Dekat Dengan Larangan Diskriminasi Kasta

AKURAT.CO California semakin dekat untuk menjadi negara bagian Amerika Serikat (AS) pertama yang melarang diskriminasi kasta, pada Senin (28/8/2023) malam waktu setempat.
Hal tersebut setelah sebuah rancangan undang-undang yang melarang praktik tersebut disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat California.
Undang-undang diskriminasi di AS melarang diskriminasi berdasarkan keturunan tetapi tidak secara eksplisit melarang kasta.
Legislasi California menargetkan sistem kasta di komunitas imigran Asia Selatan dengan menambahkan kasta ke dalam daftar kategori yang dilindungi oleh undang-undang anti-diskriminasi negara bagian tersebut.
RUU ini pertama kali diperkenalkan dan ditulis pada bulan Maret lalu oleh Senator negara bagian Aisha Wahab yang juga seorang Demokrat Amerika keturunan Afghanistan.
Versi RUU sebelumnya telah lolos dari Senat negara bagian sebelum mengalami revisi.
RUU tersebut disahkan pada hari Senin oleh Majelis negara bagian dengan suara hampir bulat.
Versi revisi sekarang akan kembali ke Senat negara bagian untuk pemungutan suara di mana diharapkan akan lolos sebelum menuju ke meja Gubernur California Gavin Newsom untuk ditandatangani menjadi undang-undang.
Para aktivis yang menentang diskriminasi kasta mengatakan bahwa diskriminasi kasta tidak ada bedanya dengan bentuk-bentuk diskriminasi lain seperti rasisme dan karenanya harus dilarang.
Selain California, Dukungan Anti-Sistem Kasta juga Terjadi di Negara Bagian Lain
Gerakan untuk melawan sistem kasta di wilayah Amerika Utara telah mendapatkan dukungan dalam beberapa bulan terakhir.
Sebagai contoh pada awal tahun ini, Seattle menjadi kota pertama di AS yang melarang diskriminasi kasta setelah pemungutan suara di dewan kota dan dewan sekolah Toronto yang mengakui adanya diskriminasi kasta di sekolah-sekolah di kota tersebut.
Masalah ini sangat penting bagi warga AS keturunan India dan Hindu.
Sistem kasta merupakan salah satu bentuk stratifikasi sosial yang paling tua di dunia, sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan memberikan banyak keistimewaan bagi kasta atas namun menindas kasta yang lebih rendah.
Seperti Komunitas Dalit yang berada di anak tangga terendah dalam sistem kasta Hindu. Para anggotanya telah diperlakukan sebagai orang-orang yang tidak tersentuh.
Menanggapi hal tersebut, India sebagai negara dengan populasi umat Hindu terbesar di dunia telah melarang diskriminasi kasta lebih dari 70 tahun yang lalu.
Namun beberapa penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa bias masih ada. Bahkan, satu studi menemukan bahwa orang-orang dari kasta yang lebih rendah kurang terwakili dalam pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.
Kaum Dalit masih menghadapi pelecehan yang meluas di seluruh India, di mana upaya mereka untuk meningkatkan mobilitas sosial mereka terkadang dihalangi dengan keras.
Perdebatan mengenai sistem kasta di India dan di luar negeri masih diperdebatkan dan terkait dengan agama.Beberapa orang mengatakan bahwa diskriminasi kini sudah jarang terjadi, terutama di luar India.
Kebijakan pemerintah India yang mencadangkan kursi untuk siswa dari kasta yang lebih rendah di universitas-universitas ternama di negara itu telah membantu banyak orang untuk mendapatkan pekerjaan di bidang teknologi di Barat dalam beberapa tahun terakhir.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









