Kebakaran Sungai Hay Di Kanada, Warga Diminta Tinggalkan Rumah

AKURAT.CO Kebakaran hutan di Wilayah Barat Laut Kanada memaksa evakuasi seluruh penduduk kota Hay River, sebuah komunitas yang terdiri dari sekitar 4.000 orang di Great Slave Lake, pada Jumat (25/8/2023).
Pemerintah Wilayah Barat Laut memerintahkan semua orang di kota itu, termasuk para pekerja penting, untuk pergi ke Bandara Merlyn Carter Hay River dan menunggu instruksi lebih lanjut.
"Siapa pun yang tetap berada di Hay River menanggung risiko sendiri," kata pemerintah Northwest Territories dalam sebuah peringatan, dikutip Sabtu (26/8/2023).
Dan menambahkan bahwa tidak akan ada layanan darurat atau tanggapan yang tersedia.
Diketahui, Kanada sedang mengalami musim kebakaran hutan terburuk yang pernah tercatat dan dalam seminggu terakhir.
Dengan lebih dari 50.000 orang, termasuk seluruh penduduk ibukota Northwest Territories, Yellowknife, terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Layanan surat ke berbagai komunitas di Wilayah Barat Laut juga terkena dampak dari kebakaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









