Akurat Logo

Pasukan Israel Serbu Desa di Suriah Selatan, Rumah Warga Digeledah

Fitra Iskandar | 20 Oktober 2026, 10:40 WIB
Pasukan Israel Serbu Desa di Suriah Selatan, Rumah Warga Digeledah
Penangkapan warga di Tepi Barat oleh militer Israel - AA

AKURAT.CO Pasukan Israel kembali melakukan serangan ke wilayah Suriah selatan dengan memasuki Desa Taranja di Provinsi Quneitra pada Senin malam. Dalam operasi tersebut, tentara Israel menggerebek sebuah rumah, sementara suar penerangan ditembakkan ke udara di sekitar lokasi.

Televisi pemerintah Suriah, Alikhbariah TV, melaporkan pasukan Israel bergerak ke Desa Taranja yang terletak di wilayah pedesaan Quneitra bagian utara. Penggerebekan rumah itu menambah rangkaian operasi militer Israel di Suriah selatan yang belakangan semakin sering terjadi.

Insiden tersebut berlangsung sehari setelah Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam peningkatan operasi militer Israel di Provinsi Quneitra dan Daraa. Pemerintah Suriah menilai serangkaian penyusupan pasukan, aktivitas helikopter, pesawat pengintai, dan jet tempur Israel mengancam kedaulatan serta stabilitas keamanan negara itu.

Pasukan Israel Sempat Menahan Dua Warga Suriah

Sebelum penggerebekan pada Senin malam, pasukan Israel dilaporkan menahan dua warga Suriah di dekat Desa Taranja pada Sabtu. Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, menyebut kedua warga tersebut sedang bekerja di kebun zaitun ketika ditahan.

Keduanya kemudian dibebaskan pada Minggu.

Rangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas militer Israel di wilayah selatan Suriah, khususnya di kawasan yang berbatasan dengan wilayah pendudukan Israel.

Suriah Kecam Pelanggaran Kedaulatan

Kementerian Luar Negeri Suriah pada Minggu mengecam peningkatan penyusupan pasukan Israel ke Quneitra dan Daraa. Damaskus menyebut operasi tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.

Pemerintah Suriah memperingatkan bahwa berlanjutnya operasi militer Israel dapat mengancam keamanan dan stabilitas kawasan. Aktivitas tersebut juga dinilai menghambat upaya pembangunan kembali dan pemulihan negara setelah bertahun-tahun dilanda konflik.

Damaskus mendesak masyarakat internasional mengambil tindakan untuk menghentikan pelanggaran tersebut. Pemerintah Suriah juga meminta Israel mematuhi hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.

Israel Perluas Operasi di Suriah Selatan

Pasukan Israel berulang kali memasuki wilayah Suriah selatan sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024.

Setelah perubahan kekuasaan tersebut, Israel menyatakan perjanjian pemisahan pasukan 1974 tidak lagi berlaku dan mengambil alih zona penyangga di wilayah Suriah.

Perjanjian 1974 sebelumnya mengatur pemisahan pasukan Israel dan Suriah serta pembentukan zona penyangga yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejak saat itu, operasi militer Israel di Suriah selatan terus menjadi sumber ketegangan antara kedua negara. Pemerintah Suriah berulang kali memprotes tindakan tersebut karena dinilai melanggar kedaulatan wilayahnya dan berpotensi memperburuk situasi keamanan regional.

Sumber: SH

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.