Akurat Logo

Doa Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan

Lufaefi | 23 September 2026, 08:00 WIB
Doa Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan
Membaca Doa Shalat Istisqa Agar Hujan - Magnific

AKURAT.CO Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang di sejumlah daerah membuat masyarakat mulai menghadapi persoalan kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air.

Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya melakukan ikhtiar secara lahiriah, tetapi juga memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah.

Salah satu ibadah yang dikenal dalam Islam ketika terjadi kekeringan adalah shalat istisqa. Shalat istisqa merupakan shalat yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan.

Istisqa secara bahasa berarti meminta hujan atau meminta air. Rasulullah SAW pernah melakukan shalat istisqa ketika masyarakat mengalami kekeringan. Karena itu, shalat ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan ketika hujan tidak kunjung turun.

Baca Juga: Cara Mendoakan Orang Non-Muslim yang Sesuai Syariat Islam

Salah satu doa yang diajarkan dalam permohonan hujan adalah:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW berdoa:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Doa tersebut menunjukkan bahwa hujan yang dimohonkan bukan sekadar air yang turun dari langit, tetapi hujan yang memberikan manfaat dan tidak menimbulkan bencana.

Dalam pelaksanaan shalat istisqa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, bertobat, bersedekah, serta memperbanyak amal kebajikan. Allah SWT berfirman dalam QS Nuh ayat 10–11:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat.’”

Ayat tersebut menggambarkan hubungan antara istighfar dan turunnya rahmat Allah. Karena itu, ketika menghadapi kekeringan, umat Islam dianjurkan melakukan introspeksi sekaligus memperbanyak doa dan istighfar.

Selain doa, ikhtiar menjaga lingkungan juga tidak kalah penting. Air merupakan nikmat Allah yang harus digunakan secara bijaksana. Masyarakat dapat menghemat penggunaan air, menjaga sumber mata air, tidak mencemari sungai, serta merawat lingkungan agar siklus air tetap terjaga.

Baca Juga: Doa Maulid Nabi Muhammad SAW, Lengkap dengan Arab dan Artinya

Dengan demikian, shalat istisqa bukan berarti meninggalkan usaha manusia. Doa dan ikhtiar berjalan bersama. Manusia berusaha menjaga sumber daya air dan lingkungan, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

Semoga setiap doa yang dipanjatkan ketika kemarau menjadi pengingat bahwa air merupakan nikmat yang sangat berharga. Ketika hujan akhirnya turun, seorang Muslim pun dianjurkan untuk kembali bersyukur dan memanfaatkan air tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi