Akurat Logo

Doa Sebelum Berangkat Kerja, agar Diberi Rezeki yang Melimpah dan Berkah untuk Keluarga

Lufaefi | 29 September 2026, 05:11 WIB
Doa Sebelum Berangkat Kerja, agar Diberi Rezeki yang Melimpah dan Berkah untuk Keluarga
Doa sebelum berangkat kerja - Istimewa

AKURAT.CO Berangkat kerja menjadi rutinitas bagi banyak orang setiap pagi. Ada yang menuju kantor, sekolah, pasar, tempat usaha, hingga berbagai lokasi untuk menjalankan profesinya. Di balik aktivitas tersebut, tersimpan harapan yang sama, yakni mendapatkan rezeki untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.

Dalam Islam, bekerja mencari nafkah bukan sekadar aktivitas untuk mendapatkan penghasilan. Selama dilakukan dengan cara yang halal dan disertai niat yang baik, bekerja dapat menjadi bagian dari ibadah.

Karena itu, sebelum meninggalkan rumah, seorang Muslim dianjurkan mengawali langkahnya dengan doa. Doa menjadi bentuk permohonan agar perjalanan dimudahkan, pekerjaan diberi kelancaran, dan rezeki yang diperoleh menjadi halal serta penuh keberkahan.

Salah satu doa yang dapat dibaca ketika keluar rumah adalah:

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Doa tersebut bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan bahwa orang yang membaca doa tersebut ketika keluar rumah akan mendapatkan petunjuk, dicukupi, dan dijaga dari gangguan setan.

Doa tersebut sangat relevan dibaca sebelum berangkat kerja. Seorang Muslim mengawali aktivitasnya dengan menyebut nama Allah, menyerahkan urusannya kepada-Nya, sekaligus menyadari bahwa kemampuan untuk bekerja dan memperoleh hasil pada akhirnya berada dalam kehendak Allah SWT.

Baca Juga: 5 Doa Pagi Hari Pembawa Rezeki yang Halal dan Berkah

Selain doa ketika keluar rumah, seseorang juga dapat memanjatkan doa khusus untuk memohon rezeki yang halal dan berkah. Salah satu doa yang masyhur adalah:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu.”

Doa ini mengandung pesan penting. Rezeki yang dicari bukan sekadar rezeki yang banyak, tetapi rezeki yang halal. Sebab, keberkahan dalam keluarga tidak hanya ditentukan oleh jumlah penghasilan, tetapi juga oleh cara penghasilan tersebut diperoleh.

Allah SWT berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah.” (QS Al-Jumu'ah: 10).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk hanya menunggu datangnya rezeki. Setelah melaksanakan kewajiban, manusia diperintahkan untuk berusaha dan mencari karunia Allah.

Bagi seseorang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, niat juga menjadi bagian penting. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi