Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyelesaikan konflik Timur Tengah melalui dialog dan negosiasi. Guterres juga menekankan pentingnya menghormati hukum internasional, termasuk hak dan kebebasan navigasi di sekitar Selat Hormuz.
Seruan tersebut disampaikan Guterres saat bertemu Pezeshkian pada Jumat. Dalam pernyataan PBB, Guterres menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur diplomasi serta tetap menghormati hukum internasional dan hak pelayaran di Selat Hormuz.
Guterres juga menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung berbagai upaya diplomatik yang bertujuan meredakan konflik dan membuka jalan menuju penyelesaian.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika Iran mengumumkan proposal tujuh hari untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan proposal itu telah disampaikan kepada Washington melalui Qatar.
Menurut Araghchi, Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu satu pekan apabila sejumlah "kondisi yang diperlukan" terpenuhi. Proposal tersebut juga dikaitkan dengan dimulainya kembali pembicaraan mengenai program nuklir Iran.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik karena merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. PBB sebelumnya telah berulang kali menyerukan pemulihan kebebasan navigasi di kawasan tersebut dan mendesak Iran serta Amerika Serikat kembali ke meja perundingan.
Proposal Iran muncul di tengah konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan. Tehran menyatakan serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari memicu serangan balasan Iran menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran serta negara yang menjadi sekutu Washington di kawasan.
Iran juga menyatakan konflik tersebut telah menyebabkan ribuan orang tewas di negara itu. Angka tersebut merupakan klaim dari pihak Iran dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Sementara itu, proposal tujuh hari Iran masih menjadi bagian dari upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Hingga laporan terbaru yang dirujuk, Washington belum memberikan tanggapan publik yang mengubah posisi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






