Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan Haji di Medan, Matangkan Mitigasi Kedaruratan
AKURAT.CO Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, memimpin peninjauan pelepasan jemaah haji kloter kedua di Embarkasi Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (22/4/2026).
Dia memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sesuai perencanaan demi memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah.
"Kita meninjau pelepasan kloter kedua dari Embarkasi Medan yang seluruh jemaahnya berasal dari Kabupaten Langkat. Dari pantauan kita, proses berjalan dengan baik. Prosedur dibuat efisien dan tidak berbelit-belit agar jemaah terhindar dari kelelahan," ujar Marwan, usai acara pelepasan.
Dia menjelaskan, meskipun masa persiapan di embarkasi tergolong singkat, koordinasi antara Kanwil Agama dan instansi terkait berjalan mulus. Pemeriksaan kesehatan, validasi visa, Nusuk hingga pengecekan syarat istitha'ah kesehatan dilakukan dengan teliti.
"Alhamdulillah, dari kloter satu sampai kloter kedua semuanya bisa berangkat tanpa hambatan. Ini pertanda bahwa proses seleksi dan perawatan kesehatan jemaah sejak awal sudah dilakukan dengan benar," kata Marwan.
Baca Juga: Lepas Kloter Perdana, Dasco: Negara Pastikan Layanan Jemaah Haji Makin Baik
Soal biaya, ada kabar baik untuk jemaah. Marwan menegaskan bahwa kenaikan biaya operasional haji akibat lonjakan harga avtur (BBM pesawat) yang mencapai Rp8 juta per jemaah tidak akan dibebankan kepada jemaah haji.
"Komisi VIII sudah berkeyakinan jika tambahan biaya ini dibebankan kepada jemaah, akan sangat menyulitkan. Jangankan Rp8 juta, tambahan Rp1 juta pun akan memberatkan. Maka, pemerintah dan DPR sepakat biaya ini tidak ditanggung oleh jemaah," kata politisi PKB tersebut.
Tidak hanya soal biaya, Komisi VIII DPR juga menyoroti mitigasi kedaruratan. Marwan meminta pemerintah menyiapkan berbagai opsi skenario darurat di setiap tahapan ibadah.
"Harus ada skenario kedaruratan yang dimitigasi. Misalnya, jika katering terlambat karena akses jalan terhambat, harus ada stok makanan cepat saji yang sudah disiapkan. Kami bahkan meminta simulasi jika jemaah terjebak di jalur layang dan tidak bisa bergerak, pilihannya apa saja? Termasuk kesiapan tangga darurat dan lain-lain," jelasnya.
Dia juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang telah memberikan pelatihan intensif bagi petugas haji, baik dari sisi pemahaman ibadah, pengetahuan lokasi hingga ketahanan fisik.
Baca Juga: Komisi X DPR Undang Empat Rektor Universitas Ternama Bahas Kekerasan di Kampus
"Kita berharap jemaah bisa menjaga kemampuan fisik hingga puncak haji nanti. Dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur," pungkas Marwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 8Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








