Ancam Kepung Balai Kota, Buruh Desak Revisi UMP Jakarta Sebelum 7 Januari

AKURAT.CO Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan menolak kebijakan upah murah yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jakarta.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, meminta Gubernur Jakarta, Pramono Anung, segera merevisi kebijakan tersebut.
"KSPI berharap UMP Jakarta 2026 ditetapkan paling lambat 7 Januari 2026," katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).
Saiq Iqbal menilai penetapan UMP Jakarta 2026 tidak mencerminkan kebutuhan hidup layak dan melemahkan daya beli buruh. Serta bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025.
"Buruh meminta Gubernur Jakarta merevisi UMP 2026 menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) atau sekitar Rp5,89 juta," ujarnya.
Baca Juga: Partai Buruh Nilai Dedi Mulyadi Langgar PP Soal UMSK, Ancam Aksi Terus Berlanjut
Menurut Said Iqbal, revisi UMP menjadi 100 persen KHL penting untuk memulihkan daya beli buruh di Jakarta yang terus menurun.
Selain itu, upah buruh di Jakarta dinilai semakin tertinggal dibandingkan Kabupaten Bekasi dan Karawang.
"Dengan penggunaan indeks sebesar 0,9, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 49 Tahun 2025, nilai UMP akan mendekati angka 100 persen KHL dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku," jelasnya.
Said Iqbal menyebut struktur pengupahan nasional saat ini memunculkan ironi. Buruh di gedung-gedung pencakar langit Jakarta justru menerima upah lebih rendah dibandingkan yang bekerja di kawasan industri Bekasi dan Karawang. "Kondisi ini tidak sehat dan tidak boleh terus dibiarkan," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








