Pj Gubernur Agus Fatoni Bangga Capaian IETPD di Provinsi Sumsel Lampaui Angka Rata-rata Nasional

AKURAT.CO Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Agus Fatoni, bangga atas capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) di Provinsi Sumsel melampaui angka rata-rata nasional.
Hal ini diungkapkan dalam Sosialisasi Evaluasi Kinerja (Championship) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di hotel Excelton Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (29/2/2024).
"Capaian kinerja di Provinsi Sumsel sudah baik. Bahkan di tingkat Kabupaten/Kota TP2DD-nya rata-rata mencapai 100 persen. Sedangkan secara nasional rata-rata IETPD berada pada angka 91 persen,” kata Fatoni.
Capaian tersebut merupakan prestasi tersendiri bagi Provinsi Sumsel, hal ini terwujud atas kolaborasi yang kompak antara Pemprov Sumsel bersama stakeholder terkait.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditaksir Sideways ke 7.256-7.373
Tentunya, dengan berbagai kolaborasi tersebut mampu menciptakan berbagai Gerakan Serentak yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gerakan kolaboratif itu di antaranya, yaitu Gerakan Penanganan Inflasi Serentak se-Sumsel (GPISS), Gerakan Pasar Murah Serentak se-Sumsel (GPMSS), Gerakan Bedah Rumah Serentak se-Sumsel (GBRSS), Gerakan Pembangunan Sanitasi Serentak se-Sumsel (GPSSS) dan Gerakan Penanganan Stunting Serentak se-Sumsel (GPStSS).
Sebagaimana diketahui, Sumsel merupakan provinsi yang strategis dan merupakan induk dari Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dengan penduduk sebanya 8,8 juta lebih.
Dengan berbagai potensi unggulan ini, tak ayal membuat Sumsel menjadi provinsi dengan capaian indikator yang baik.
"Pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 5,08% lebih tinggi dari Nasional dan tertinggi di wilayah Sumatera yang rata-rata masih di bawah 5 persen,” jelasnya.
Baca Juga: PAN Sambut Baik Putusan MK Hapus Ambang Batas Parlemen 4 Persen
Oleh karena itu, Fatoni mengapresiasi sekaligus menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Evaluasi Kinerja oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menurutnya, kegiatan ini bernilai positif dan memberikan pemahaman lebih luas untuk penerapan tata kelola keuangan yang lebih baik.
Pemprov Sumsel berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi sebagai upaya mencapai Pemda digital yang lebih luas.
"Terima kasih telah menunjuk Palembang, Sumatera Selatan sebagai tempat pelaksanaan Sosialisasi Evaluasi Kinerja (Championship) di wilayah Sumatera. Juga kepada Kemendagri dan BI, serta Bank Pembangunan Daerah atas dukungan dan fasilitas guna mendorong Pemda Go Digital. Ini kehormatan untuk kami,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinator Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Satgas TP2DD Ferry Irawan menyebut kegiatan ini sangatlah penting dikarenakan pada tahun 2025 mendatang terdapat sejumlah hal strategis, salah satunya pemerintahan yang baru.
Pada tahun 2024 perekonomian ditargetkan tumbuh mencapai 5,2 persen dan pada tahun 2025 diperkirakan akan meningkat dibandingkan tahun 2023.
“Sumsel berada di peringkat ketiga pendorong ekonomi nasional, sehingga pertumbuhan ekonomi yang ada di Sumsel akan mewarnai pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ferry.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumsel Ricky P. Gozali mengatakan Sosialisasi Evaluasi Kinerja (Championship) dilaksanakan di lima wilayah, yaitu Nusampua, Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Untuk wilayah Sumatera, pelaksanaan dipusatkan di Palembang, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Warpong Buan di Jalan Sabang, Mimpi Bawa Ponggol Go International Berkonsep Ramah Lingkungan
"Kegiatan ini merupakan roadshow TP2DD Pusat untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tata kelola keuangan dan sistem digitalisasi,” ucapnya.
Pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 5,08 persen year on year lanjut Ricky menunjukkan kinerja perekonomian yang terus berkembang. Membaiknya perekonomian ini didorong transformasi digital keuangan di Sumsel.
“Digitalisasi keuangan tidak hanya mendukung perekonomian namun juga dalam sistem pembayaran, termasuk Pemda melalui elektronifikasi keuangan. Hal ini dapat mempercepat birokrasi dan akuntabilitas,” tandasnya.
Turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya Pj Walikota Prabumulih Elman, Pj Bupati Lahat Muhammad Farid dan Pj Sekda Empat Lawang Hepy Safriani.
Adapun yang bertindak sebagai narasumber, yaitu Asisten Deputi Perekonomian dan Sektor Riil Kemenko Perekonomian Puji Gunawan, Direktur Pendapatan Kemendagri sekaligus Plh. Dirjen Bina Keuda Kemendagri Hendriwan, Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kemenkeu Lidya Kurniawati Christyana, Eksternal Asesor Satgas P2DD Adrian T. Panggabean, Pranata Komputer Ahli Pertama Kemenkominfo Julia Edisa Kumala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







