Akurat Logo

Indra Sjafri: Mental Saya Kasih 7 untuk Timnas Indonesia, Sistem Permainan 6

Zainal Hasan | 29 September 2026, 18:14 WIB
Indra Sjafri: Mental Saya Kasih 7 untuk Timnas Indonesia, Sistem Permainan 6
Allianz gandeng Indra Sjafri untuk menyeleksi dan membina pemain muda, termasuk anak nasabah, tampil di Taiwan. - Instagram/indrasjafri_coach

AKURAT.CO, Timnas Indonesia memang gagal meraih kemenangan saat menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Namun, perjuangan skuad Garuda yang harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-37 mendapat apresiasi dari mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri.

Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026).

Hasil tersebut diraih setelah Thom Haye menerima kartu merah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR).

Baca Juga: Indonesia vs Malaysia: Tampil dengan 10 Pemain, Garuda Tahan Harimau Malaya 0-0

Kehilangan satu pemain membuat Indonesia harus menjalani sebagian besar pertandingan dengan kondisi timpang. Skuad Garuda pun lebih banyak bertahan untuk meredam tekanan Malaysia hingga pertandingan berakhir.

Menurut Indra Sjafri, kemampuan Indonesia menjaga gawang tetap tidak kebobolan menunjukkan mental bertanding yang kuat.

Ia memberikan nilai lebih tinggi untuk aspek tersebut dibandingkan sistem permainan yang diterapkan setelah kartu merah.

"Nilai saya, 7,5 untuk mental, enam untuk sistem," ujar Indra Sjafri dalam evaluasinya kepada media, Selasa (29/9/2026).

"Kalau dengan sepuluh pemain sejak menit ke-37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," kata Indra.

Dalam situasi tersebut, Maarten Paes menjadi salah satu pemain yang berperan penting di bawah mistar gawang Indonesia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.