Bidik Target Juara Super League 2026-2027, Shin Tae-yong Minta Pemain Persija Kerja Keras

AKURAT.CO Persija Jakarta menatap kompetisi musim 2026/2027 dengan ambisi besar. Kehadiran pelatih anyar Shin Tae-yong menjadi simbol dimulainya era baru bagi Macan Kemayoran, yang bertekad kembali bersaing di papan atas sekaligus mengakhiri penantian gelar juara.
Pelatih asal Korea Selatan itu tidak menutupi target tinggi yang dibebankan kepada timnya. Menurut Shin, Persija sebagai klub besar dengan sejarah panjang dan basis pendukung yang luas sudah seharusnya menjadikan gelar juara sebagai tujuan utama dalam setiap musim kompetisi.
Namun, mimpi meraih trofi tidak bisa diwujudkan hanya dengan nama besar klub. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, dan komitmen penuh dari seluruh pemain untuk mewujudkan target tersebut.
Baca Juga: Persija Amankan Aset Masa Depan, Rayhan Hannan Perpanjang Masa Bakti Sampai 2029
Mantan juru taktik Timnas Indonesia itu menekankan pentingnya semangat kolektif di dalam tim. Baginya, setiap pemain harus siap memberikan kontribusi lebih demi kepentingan bersama, bahkan ketika harus mengorbankan kenyamanan pribadi di atas lapangan.
Shin menginginkan para pemain Persija memiliki mentalitas pejuang yang selalu berusaha memberikan usaha ekstra dalam setiap pertandingan. Dia percaya kesuksesan akan datang apabila seluruh anggota tim memiliki keinginan yang sama untuk bekerja lebih keras dibandingkan rekan-rekannya.
"Para pemain harus berkorban demi tim. Semua pemain harus bermain dengan pemikiran bahwa mereka akan berlari selangkah lebih banyak daripada rekan setimnya," ujar Shin Tae-yong seperti dikutip dari laman resmi Persija, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, sikap tersebut akan berdampak langsung terhadap performa tim secara keseluruhan. Ketika seluruh pemain memiliki semangat yang sama untuk berjuang, hasil positif akan lebih mudah diraih dan dukungan suporter akan datang dengan sendirinya.
Shin juga memberikan gambaran konkret mengenai bentuk pengorbanan yang dia harapkan dari para pemain. Dia menilai, setiap individu harus siap bekerja di luar tanggung jawab utamanya demi membantu tim keluar dari tekanan.
Baca Juga: Persija Resmi Lepas 3 Pemain, Riko Simanjuntak Tutup Perjalanan 8 Musim bersama Macan Kemayoran
Sebagai contoh, seorang penyerang tidak boleh hanya fokus mencetak gol. Ketika kehilangan bola, pemain tersebut harus memiliki kemauan untuk turun membantu pertahanan hingga ke area sendiri guna merebut kembali penguasaan bola.
"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya kembali," kata Shin.
Meski menyadari hal tersebut tidak bisa dilakukan sepanjang pertandingan, Shin percaya aksi-aksi kecil yang menunjukkan pengorbanan demi tim mampu menumbuhkan solidaritas dan semangat juang kolektif di dalam skuad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR







