Jose Mourinho Dihukum Larangan Dampingi Fenerbahce Empat Pertandingan

AKURAT.CO, Federasi Sepakbola Turki (TFF) menjatuhkan hukuman larangan masuk ke ruang ganti dan bench lapangan di empat pertandingan resmi terhadap Pelatih Fenerbahce, Jose Mourinho.
Larangan empat pertandingan itu adalah total dari dua pelanggaran berbeda. Masing-masing pelanggaran menghukum Jose Mourinho dengan skorsing dari dua pertandingan resmi.
Laman TFF menyebutkan bahwa sanksi bersangkutan disebabkan pelanggaran yang dilakukan Jose Mourinho dalam laga derbi Istanbul antara Galatasaray dan Fenerbahce di Stadion RAMS Park, Istanbul, Selasa (25/2).
Baca Juga: Galatasaray Berencana Gugat Jose Mourinho dengan Tuduhan Ucapan Bernada Rasis terhadap Warga Turki
Pelanggaran pertama yang didakwa kepada Mourinho adalah masuk ke ruang ganti wasit dan menyampaikan ekspresi yang tidak pantas terhadap wasit keempat.
Selain skorsing, Mourinho juga diwajibkan membayar denda sebesar 117.000 Lira Turki atau sekitar Rp53,62 juta.
Pelanggaran lain yang dijatuhkan pada pelatih asal Portugal itu adalah pernyataannya di sesi konferensi pers pasca pertandingan yang dianggap bisa memicu kekacauan di sepakbola Turki.
Pada kasus ini, Mourinho disanksi skorsing dua laga dan denda sebesar 1,5 juta Lira Turki atau sekitar Rp687,46 juta.
“Diputuskan bahwa pernyataan yang disampaikan (Jose Mourinho) terhadap anggota tim lawan, yang tidak diwajibkan, bertentangan dengan etika olahraga dan konsep fair play, berisi ekspresi yang bisa mendorong kekerasan dan kekacauan di olahraga ini,” tulis TFF.
Baca Juga: Tak Nyaman di Turki, Jose Mourinho Dikabarkan Minat Gantikan Eddie Howe di Newcastle United
Sanksi ini diawali dengan keluhan resmi yang disampaikan oleh Galatasaray sehubungan ucapan Mourinho di konferensi pers. Galatasaray menuding bahwa pernyataan Mourinho mengandung “rasisme”.
Tidak terlalu jelas ucapan yang mana yang bernada rasis namun Mourinho sempat mengatakan bahwa “bench mereka melompat seperti monyet” saat bek muda Fenerbahce, Yusuf Akcicek.
Mourinho juga menyebut “wasit Turki” akan dengan mudah menjatuhkan kartu kuning atas insiden tersebut. Pada saat yang sama, laga Galatasaray dan Fenerbahce dipimpin oleh wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, atas permintaan kedua tim.
Fenerbahce sendiri merespons tuduhan Galatasaray dengan menyebut bahwa pernyataan pelatih mereka ditafsirkan di luar konteks. Adapun laga pekan ke-23 Liga Super Turki tersebut selesai dengan skor 2-2.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








