Franz Beckenbauer Mengubah Jerman dari Sekadar Kaku seperti Panser Menjadi Seluwes Pele

AKURAT.CO, Franz Beckenbauer pergi sebagai mitos karena tak banyak orang yang hidup di zaman sekarang yang benar-benar merasakan sepakbolanya.
Sejalan dengan kematiannya di usia 78 tahun pada Minggu (7/1), dunia membicarakan Franz Beckenbauer seperti membahas Pele dan juga Diego Armando Maradona.
Dipuncaki dengan keberhasilannya membawa Jerman menjadi juara dunia sebagai pemain dan pelatih, Franz Beckenbauer dianggap bukan saja mengubah negaranya dalam hal sepakbola, namun juga lebih umum.
Baca Juga: Legenda dan Ikon Sepakbola Jerman Franz Beckenbauer Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun
Terutama setelah Jerman lepas dari Perang Dunia II sebagai salah satu episentrum konflik sebagai kandang Nazi dan Adolf Hitler.
Salah satu surat kabar terkemuka Jerman, Die Zeit, menyebut Franz Beckenbauer bahkan lebih berpengaruh ketimbang perdana menteri mahsyur Jerman pasca perang seperti Konrad Adenauer, Helmut Kohl, juga penyanyi Heino.
Tentu saja dampak itu datangnya dari peran Beckenbauer di lapangan sepakbola. Muncul beberapa tahun setelah Pele, Beckenbauer mengubah pandangan bahwa permainan sepakbola Jerman semata-mata deras dan kaku seperti “panser”.
“Kami butuh seseorang yang bisa bermain sepakbola seperti Pele, atau sekurang-kurangnya bermain dengan cara yang tidak membuat banyak orang di dunia hanya memikirkan panser,” tulis surat kabar Jerman lainnya, Die Welt.
Baca Juga: Beckenbauer Diperiksa Jaksa Swiss Terkait Masalah Piala Dunia 2006
Dan yang paling ikonik tentu saja posisi bermainnya yang dikenal dengan istilah “libero” atau “sweeper”. Dengan posisi ini, alih-alih menjadi bek tengah total, Beckenbauer sedikit maju dan bertindak sebagai penyapu serangan lawan.
Di posisi tersebut Beckenbauer memainkan perannya yang kharismatik sebagai seorang pemimpin yang membawanya mendapatkan julukan “Der Kaiser” atau “Sang Kaisar”.
Hasilnya adalah juara Piala Dunia 1974 ketika Jerman sebagai tuan rumah membalas kekalahan menyakitkan atas Inggris di Piala Dunia 1966.
Karakter dan pembawaan Beckenbauer itu juga memberikan kesan yang diinginkan oleh banyak orang Jerman namun sulit mendapatkannya. Yakni menjadi tidak kaku dan mudah berteman atau ditemani.
“Dia mewujudkan sesuatu yang orang Jerman dan negara Jerman inginkan, tetapi sebagian besar tidak bisa: sepenuhnya joi de vivre–sederhana dan kosmopolit–dan bukan sekadar pekerja keras dan sukses,” tulis Die Welt.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini








