Akurat Logo

Prancis Terbuka: Paris Kacau Akibat Demonstrasi, Tim Bulutangkis Indonesia Aman Waspada

Dian Eko Prasetio | 19 Oktober 2026, 20:00 WIB
Prancis Terbuka: Paris Kacau Akibat Demonstrasi, Tim Bulutangkis Indonesia Aman Waspada
Atlet bulutangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian, dalam sesi latihan kebugaran menjelang Denmark Terbuka 2026 di Odense, Denmark, Minggu (11/10/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Situasi keamanan di Kota Paris, Prancis, tengah memanas menyusul gelombang demonstrasi besar-besaran yang diwarnai kericuhan di sejumlah titik.

Meski demikian, tim bulutangkis Indonesia dipastikan berada dalam kondisi aman dan siap tempur jelang tampil di ajang BWF World Tour Super 750 Prancis Terbuka 2026.

Turnamen yang merupakan bagian dari rangkaian tur Eropa BWF World Tour Series ini dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Oktober 2026 di venue anyar, Grand Paris Arena, yang berjarak sekitar 30 kilometer sebelah timur laut dari pusat Kota Paris.

Seluruh rombongan tim Indonesia untuk Prancis Terbuka telah menginjakkan kaki di Ibu Kota Prancis sejak Minggu (18/10/2026) kemarin. Kecuali pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang baru menyusul dan tiba pada Senin (19/10/2026) usai menjuarai Denmark Terbuka 2026.

Baca Juga: WNI di Prancis Diminta Waspadai Dampak Demonstrasi Besar-besaran

Manajer Tim sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, memastikan situasi para atlet serta ofisial Merah Putih hingga saat ini masih kondusif. Fajar dan kawan-kawan bahkan sudah langsung menjajal venue pertandingan.

"Tim bulutangkis Indonesia sudah tiba di Paris dengan aman dan selamat. Tadi pagi sudah berlatih di arena dan fokusnya penuh ke turnamen French Open," kata Eng Hian di Paris melalui keterangannya, Senin (19/10/2026).

"Kami terus memantau situasi dan kondisi yang ada di Paris dan menjalin komunikasi yang intens dengan KBRI. Puji Tuhan sampai saat ini masih kondusif."

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Eng Hian menegaskan bahwa pihaknya menerapkan instruksi amat ketat sesuai dengan imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris.

Seluruh anggota tim dilarang keras mendekati pusat perkelahian massal atau kawasan wisata yang menjadi titik kumpul para demonstran.

"Imbauan dari KBRI adalah tetap waspada di mana pun berada, terus meng-update berita dan informasi serta tidak mendatangi tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian dan titik kumpul pendemo termasuk kawasan wisata atau turis," tegas Eng Hian.

"Untuk keselamatan semua, saya menegaskan kepada anggota tim agar imbauan ini diperhatikan dan dijalankan."

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.