PBSI Perketat Standar Pelatnas Cipayung, Syarat Tembus Skuad Utama Minimal Juara Nasional
AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengambil langkah berani untuk merevolusi sistem pembinaan nasional dengan secara resmi menetapkan Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012 yang mengatur mekanisme rekrutmen, promosi, dan degradasi bagi seluruh penghuni Pelatnas Cipayung.
Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan ekosistem prestasi yang lebih objektif dan transparan di Pelatnas PBSI.
Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap atlet dan pelatih yang berada di bawah naungan Pelatnas PBSI memiliki tolok ukur kinerja yang akuntabel dan terukur secara teknis maupun operasional.
Salah satu poin krusial dalam aturan baru ini adalah penguatan program magang (internship) bagi atlet daerah. Jalur ini dirancang untuk memberi kesempatan bagi talenta potensial merasakan atmosfer latihan kasta tertinggi di Indonesia.
Namun, tidak sembarang atlet bisa masuk. Mereka harus mengantongi rekomendasi pelatih Pelatnas berdasarkan data prestasi yang valid. Selama masa magang tiga bulan, performa mereka akan dipantau ketat.
Menariknya, dalam urusan biaya, PBSI menerapkan sistem berbagi. Transportasi menjadi tanggung jawab klub asal, sementara biaya latihan dan akomodasi selama di Cipayung ditanggung penuh oleh PP PBSI.
Untuk bisa menembus skuad utama pelatnas, PBSI kini menetapkan syarat yang lebih spesifik. Seorang atlet wajib mengantongi minimal 50 persen kemenangan dan satu gelar juara di turnamen nasional dalam tahun yang sama, seperti Sirnas Premier atau Kejurnas.
Selain itu, tiket promosi juga terbuka bagi juara Seleknas, juara turnamen Super 100 kategori U-19, serta mereka yang berprestasi di kancah World Junior Championships.
Tak berhenti di sana, calon penghuni pelatnas wajib lolos "skrining" ketat melalui tes fisik, medis, hingga psikologis sebelum akhirnya disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI.
Sisi lain dari aturan ini adalah mekanisme degradasi yang lebih disiplin. PBSI menegaskan bahwa pencoretan atlet bukan sekadar soal usia, melainkan evaluasi komprehensif terhadap standar performa dan Key Performance Index (KPI).
Indikator degradasi mencakup capaian prestasi, perkembangan fisik, medis, hingga presensi latihan. Proses ini diawali dari usulan pelatih sektor yang dibedah dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).
Hal ini dilakukan untuk menjaga sirkulasi regenerasi tetap berjalan sehat dan memastikan hanya mereka yang bermental juara yang bertahan di Cipayung.
Melalui regulasi ini, PBSI berharap seluruh pengurus provinsi (Pengprov) dan klub-klub di tanah air memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan. Dengan aturan yang transparan, diharapkan tidak ada lagi spekulasi mengenai keluar-masuknya atlet di pelatnas.
"Sistem yang terstruktur ini adalah upaya kolektif untuk memperkuat fondasi kita dalam melahirkan atlet-atlet yang mampu berbicara banyak di level dunia secara konsisten," bunyi pernyataan resmi PBSI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








