Respons Kematian Zhang Zhi Jie, Lee Chong Wei Kritik Jadwal Pertandingan yang Terlalu Padat

AKURAT.CO, Legenda bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, menyoroti penjadwalan pertandingan di level junior sehubungan meninggalnya atlet asal China, Zhang Zhi Jie, di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Asia 2024 di Yogyakarta.
Menurut Lee Chong Wei, kelelahan karena jadwal yang padat di turnamen junior bisa berdampak kepada pemain. Di Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia, satu pemain bisa tampil dua kali dalam sehari.
“Di acara junior, terkadang, perempat final dan semifinal digelar di hari yang sama, dan beberapa pemain akan bermain (lagi) setelah beberapa jam jeda,” kata Lee Chong Wei sebagaimana dipetik dari The Star.
“Di skena senior, turnamen beruntun menuntut batas fisik para pemain.”
Baca Juga: PBSI Bakal Bawa Insiden Zhang Zhi Jie ke BWF, Ajukan Perubahan Regulasi tentang Tim Medis
Zhang Zhi Jie meninggal dunia setelah rebah di lapangan ketika tampil melawan pemain asal Jepang, Kazuma Kazano, di laga terakhir penyisihan grup Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (30/6).
Tim medis baru masuk ke lapangan setelah 40 detik Zhang Zhi Jie kolaps. Kepala Divisi Humas PBSI, Broto Happy, mengatakan bahwa jeda 40 detik merupakan standar prosedur operasional yang diterapkan oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Badminton Asia.
Lee Chong Wei sendiri memilih untuk tak mengomentari lebih jauh soal apakah prosedur tim medis di GOR Amongrogo terhadap Zhang Zhi Jie sudah tepat. Namun, ia meminta otoritas bulutangkis meninjau ulang prosedur medis pertandingan.
“Saya tidak ada di sana dan tidak berhak untuk mengatakan apa yang salah atau benar,” kata Lee Chong Wei.
Baca Juga: PBSI: Tim Medis Baru Masuk Lapangan setelah 40 Detik Zhang Zhi Jie Kolaps
“Tetapi secara keseluruhan saya merasa BWF bisa meminta tim medis mereka untuk lebih waspada.”
Selain soal medis, eks pebulutangkis ranking satu dunia dengan tiga medali perak olimpiade tersebut meminta BWF juga memikirkan lagi soal penjadwalan laga. Chong Wei bahkan meminta BWF meniru turnamen tenis Wimbledon.
“Dan saya kira, inilah waktunya BWF meninjau lagi jadwal pertandingan dan turnamen mereka. Coba lihat tenis, sebagai contoh, Wimbledon yang sedang berlangsung, para pemain diberikan waktu pemulihan,” kata Chong Wei.
“Bertahun-tahun, saya telah melihat turnamen beruntun diterapkan ke pemain. Itu bisa membawa rasa sakit untuk jangka panjang.
“Seperti semua orang, saya tidak ingin melihat pemain lain menderita seperti nasibnya Zhi Jie ketika bermain.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








