Akurat Logo

Kasus Influenza di Indonesia Diperkirakan Meningkat, Musim Kemarau hingga Karhutla Jadi Penyebabnya

Ayu Rachmaningtyas | 20 September 2026, 21:46 WIB
Kasus Influenza di Indonesia Diperkirakan Meningkat, Musim Kemarau hingga Karhutla Jadi Penyebabnya
kabut asap

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan mencatat kasus influenza di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan hingga akhir tahun. Meski demikian, peningkatan ini tidak signifikan sehingga masih terkendali.

"Trennya (kasus influenza) sampai jelang akhir tahun akan naik, tapi bukan lonjakan signifikan," kata Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman, dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).

Dia mengatakan, peningkatan kasus influenza di Indonesia di sebabkan karena sejumlah faktor, seperti erupsi gunung, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta musim kemarau. Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa kasus influenza di Indonesia masih masih ke dalam katagori rendah.

Baca Juga: PalmCo Gunakan AI dan Satelit untuk Pantau dan Tangani Karhutla

"Ada faktor karhutla, erupsi gunung dan musim kemarau," imbuhnya.

Aji menyatakan, kasus influenza di Indonesia masih dalam proporsi rendah dalam mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Dengan tingkat aktivitas influenza yang masih dalam katagori aktivitas, maka situasi nasional saat ini masih terkendali.

Baca Juga: Perang Lawan Karhutla Tak Cukup dengan Helikopter, Ini yang Harus Diperkuat

"Tidak ada peningkatan proporsi kasus influenza di minggu ini dan tingkat aktivitas influenza sudah masuk dalam kategori aktivitas rendah, situasi nasional masih terkendali," ujarnya.

Untuk itu, Kemenkes menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, mengkonsumsi makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, serta kalau sakit harus menggunakan masker.

"Jika sakit memberat segera ke dokter atau fasyankes terdekat," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.