Akurat Logo

Respons Wafatnya Syabilla Rizkia Putri di Porprov Jateng, Erick Thohir Dorong Investigasi dan Evaluasi Total

Dian Eko Prasetio | 27 Oktober 2026, 14:31 WIB
Respons Wafatnya Syabilla Rizkia Putri di Porprov Jateng, Erick Thohir Dorong Investigasi dan Evaluasi Total
Ketua Umum PSSI cum Menpora, Erick Thohir, saat berbicara kepada media.

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja.

Syabilla Rizkia Putri Raharja gugur saat bertanding dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 di perairan Awann Costa, Semarang, Minggu (25/10/2026).

Erick Thohir menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhumah sekaligus memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan prestasi luar biasa yang telah diukir Syabilla untuk daerahnya.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Syabilla Rizkia Putri Raharja. Kita kehilangan seorang atlet muda berbakat yang memiliki masa depan dan semangat besar untuk berprestasi," kata Menpora Erick di Jakarta.

Baca Juga: KONI Jepara Berduka untuk Syabila Rizkia, Atlet Selam Peraih Emas yang Gugur di Porprov Jateng

"Saya turut berduka bersama keluarga yang telah mendampingi dan mendukung perjuangannya selama ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan."

Syabilla Rizkia Putri Raharja merupakan atlet berprestasi berusia 22 tahun yang juga mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebelum insiden terjadi, ia sempat menyumbangkan dua medali emas bagi Kabupaten Jepara dari nomor 100 meter bifins putri dan 200 meter bifins putri.

Namun, takdir berkata lain saat ia mengarungi nomor open water finswimming sejauh 3.000 meter di laut terbuka.

Menpora Erick menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional. Ia menggarisbawahi bahwa keselamatan atlet merupakan prioritas tertinggi yang tidak boleh ditawar.

"Setiap atlet yang turun bertanding membawa mimpi, harapan keluarga, dan kebanggaan daerahnya. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mereka bertanding dalam lingkungan yang aman. Tidak ada kemenangan yang lebih berharga daripada nyawa seorang atlet," tegas Erick.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.