Akurat

Olimpiade Paris: Berpeluang Juara, Imane Khelif Sebut Polemik Testoteron Bully terhadap Atlet

Badri | 6 Agustus 2024, 20:05 WIB
Olimpiade Paris: Berpeluang Juara, Imane Khelif Sebut Polemik Testoteron Bully terhadap Atlet

AKURAT.CO, Kontroversi di cabang tinju sektor putri Olimpiade Paris 2024 ternyata masih bergulir. Terakhir, petarung asal Aljazair yang menjadi salah satu subyek dalam masalah ini, Imane Khelif, menyebut polemik tersebut adalah bully terhadapnya.

“Saya mengirimkan pesan kepada orang di seluruh dunia untuk memegang prinsip-prinsip Piagam Olimpiade, untuk tidak melakukan bully terhadap seluruh atlet, karena itu punya dampak, dampak besar,” kata Imane Khelif sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Itu bisa menghancurkan orang, bisa membunuh pikiran, semangat, dan akal orang. Bisa memecah-belah orang. Dan oleh karena itu, saya meminta mereka untuk menahan diri dari bully.”

Baca Juga: Olimpiade Paris: Pukulan Lawan Setara Putra, Petinju Putri Italia Mundur di Tengah Laga

Imane Khelif disorot setelah lawan yang dihadapinya di babak 16 besar tinju kelas 66 kilogram putri Olimpiade Paris, Angela Carini, mundur di tengah laga, 1 Agustus silam.

Angela Carini yang berasal dari Italia memutuskan mundur karena menganggap pukulan Khelif setara petinju putra.

Insiden itu membuka catatan bahwa Khelif dan petinju asal Chinese Taipei yang bertarung di kelas 57 kilogram, Lin Yu-ting, didiskualifikasi dari Kejuaraan Dunia Tinju 2023 oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA).

Alasannya adalah karena Khelif dan Yu-ting memiliki kadar hormon yang menyerupai pria. Hal tersebut dianggap membuat pertarungan tak seimbang bagi kedua petarung itu di nomor putri.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Kinerja Memuaskan, Wasit Asal Indonesia Bakal Pimpin Laga Semifinal Tinju

Komite Olimpiade Internasional (IOC) tak mengakui keberadaan IBA dan menganggap uji hormon terhadap Khelif dan Yu-ting tak kredibel. Dengan alasan itu, IOC mengizinkan Khelif dan Yu-ting bertarung di Olimpiade Paris.

Kedua petinju tersebut sejauh ini masih berpeluang meraih emas dan dipastikan mengunci medali perunggu karena lolos ke semifinal.

Lin Yu-ting akan menghadapi wakil Turki, Esra Yildiz, pada Rabu (7/8), sedangkan Khelif bersiap melawan wakil Thailand, Janjaem Suwannapheng, Selasa (6/8).

Kontroversi ini diperpanas dengan konferensi pers yang digelar IBA di Paris, Prancis, Senin (5/8). Termasuk dengan kritik Kepala Asosiasi Tinju Rusia, Umar Kremlev, kepada IOC yang disampaikannya melalui daring.

Adapun Pemimpin Eksekutif IBA, Chris Roberts, mengatakan bahwa organisasinya bahkan melakukan pemeriksaan kromosom terhadap Imane Khelif dan Esra Yildiz.

“Hasil uji kromosom menunjukkan bahwa kedua petarung tidak layak (bertanding),” ucap Chris Roberts.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H