Akurat

VIRAL Video Dokter Kandungan Lecehkan Pasien Saat USG, Ini Kata Dinkes Garut

Rahmat Ghafur | 15 April 2025, 12:15 WIB
VIRAL Video Dokter Kandungan Lecehkan Pasien Saat USG, Ini Kata Dinkes Garut

AKURAT.CO Media sosial kini tengah dihebohkan dengan video viral seorang dokter kandungan yang lakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya saat melakukan USG.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang dokter kandungan bernama Muhammad Syafril Firdaus sedang melakukan pemeriksaan USG kepada pasiennya.

Baca Juga: TERUNGKAP! Profil Muhammad Syafril Firdaus, Sosok Dokter Kandungan Garut yang Lecehkan Pasien Berkedok USG Gratis

Namun, selama proses pemeriksaan, dokter tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan menyentuh area sensitif pasien, yaitu bagian payudara, menggunakan tangan kirinya.

Meski korban terlihat mencoba menghindar, kontak fisik yang tak semestinya itu tetap terjadi dan terekam jelas oleh kamera pengawas.

"Dalam rekaman CCTV yang tersebar, terlihat seorang pasien tengah berbaring di ranjang pemeriksaan. Dokter kandungan asal Garut tampak mengenakan kemeja batik berlengan panjang. Tangan kanannya fokus menggunakan alat USG di sekitar perut pasien," ungkap drg. Mirza melalui akun Instagramnya pada Selasa (15/4/2025).

"Namun, tangan kirinya justru tampak menyentuh bagian tubuh lain yang tidak seharusnya," jelasnya.

Tanggapan Dinkes Garut dan Polisi Soal Video Dokter Kandungan 

Dinkes Garut, Leli Yuliani, membenarkan bahwa dokter yang bersangkutan memang pernah bertugas di wilayah Garut.

Namun, berdasarkan data dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK), dokter tersebut sudah tidak lagi aktif berpraktik di Kabupaten Garut.

“Kalau dilihat dari data SISDMK, dokter itu sudah tidak tercatat sebagai tenaga kesehatan aktif di Garut,” kata Leli saat ditemui di Garut, Selasa, 15 April 2025.

Leli menambahkan bahwa dokter tersebut bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kejadian yang diduga terjadi itu diperkirakan berlangsung sekitar tahun 2024.

“Saya perlu cek ulang dokumennya, tapi seingat saya dia memang pernah bertugas di Garut pada tahun 2023 sampai 2024,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dokter tersebut tidak bekerja di rumah sakit milik pemerintah.

“Yang jelas, kejadian itu bukan di rumah sakit milik pemerintah ya,” tambahnya.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, menyatakan bahwa pihaknya telah mulai melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Informasi awal diperoleh pada malam sebelumnya.

"Kita baru terima informasinya semalam, dan saat ini proses penyelidikan sedang berjalan," kata Joko saat dikonfirmasi.

Ia juga menambahkan bahwa timnya sedang menelusuri lokasi tempat kejadian untuk mengumpulkan bukti.

Baca Juga: VIRAL Dokter Kandungan di Garut Lecehkan Pasien saat USG, Begini Kronologi Pengakuan Korban dan Bukti CCTV!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D